Kalender 2025
Apa itu Hari Kesadaran Ataksia Internasional Diperingati 25 September ?
Penelitian menunjukkan, aktif menggunakan otot atau berolahraga mempunyai banyak manfaat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Apa itu Hari Kesadaaran Ataksia Internasional yang diperingati tiap 25 September ?
25 September 2025 bertepatan pada hari Kamis.
Ada momentum peringatan yang mungkin baru kamu ketahui, yakni Hari Ataksia Internasional.
Ataksia merupakan adanya gangguan keseimbangan tubuh yang dikarenakan terjadinya kerusakan otak, saraf, atau otot.
Ataksia termasuk ke penyakit langka yang menyerang satu dari 50.000 orang di seluruh dunia.
Baca juga: Hari Tani Nasional 24 September Lengkap Sejarah Penetapannya
Adanya Hari Kesadaran Ataksia Internasional diperingati oleh National Ataxia Foundation setiap tahun.
Organisasi ini dibentuk pada tahun 1957 di Amerika.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang gangguan neurologis ini.
Selain itu untuk memberikan dukungan dan semangat kepada penderita ataksia.
Pada hari ini bisa dirayakan dengan menjadi sukarelawan untuk kampanye kesadaran, menyumbangkan dana, mendidik diri sendiri, atau sekadar memeriksakan kesehatan Anda untuk mendeteksi kemungkinan tanda-tanda gangguan tersebut.
Baca juga: Kalender 2026 - Maret Bertabur Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, September Nihil Tanggal Merah
Tips Menjaga kesehatan Otak
Melansir situs resmi Harvard Medical School, setidaknya terdapat 11 cara yang dapat menjaga fungsi otak, sebagai berikut:
1. Stimulasi kognitif
Para ilmuwan yang melakukan penelitian dengan tikus dan manusia menemukan bahwa aktivitas otak merangsang koneksi baru antara sel-sel saraf, bahkan dapat membantu otak menghasilkan sel-sel baru.
Selain itu, aktivitas otak akan mengembangkan plastisitas neurologis dan membangun cadangan fungsional yang memberikan perlindungan terhadap kehilangan sel di masa depan.
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan bereksperimen dengan hal-hal yang membutuhkan ketangkasan manual dan upaya kognitif seperti menggambar, melukis, membaca, menjawab teka-teki kata, mengerjakan soal matematika, hingga membuat kerajinan lain.
2. Latihan fisik
Penelitian menunjukkan, aktif menggunakan otot atau berolahraga mempunyai banyak manfaat, salah satunya menjaga kesehatan otak.
Hewan yang berolahraga secara teratur meningkatkan jumlah pembuluh darah kecil pembawa darah yang kaya akan oksigen ke wilayah otak yang bertanggung jawab dalam berpikir.
Selain itu, olahraga akan memacu perkembangan sel saraf baru dan meningkatkan koneksi antar sel otak (sinapsis).
Ini menghasilkan otak yang lebih efisien, plastis, dan adaptif, yang diterjemahkan menjadi kinerja yang lebih baik pada hewan yang menua.
Olahraga juga mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol, membantu keseimbangan gula darah dan mengurangi stres mental, yang semuanya mendukung kesehatan otak dan jantung.
3. Memperbaiki pola makan
Nutrisi yang baik akan membantu pikiran dan tubuh.
Sebagai contoh, orang yang mengonsumsi makanan Mediterania dengan menekankan buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan, minyak tak jenuh (minyak zaitun), dan sumber protein nabati cenderung tidak mengalami ganggunan kognitif dan demensia.
Baca juga: KALENDER Oktober 2025 Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional, Kapan Kesaktian Pancasila?
4. Menjaga tekanan darah
Tekanan darah tinggi di usia paruh baya meningkatkan risiko penurunan kognitif di usia tua.
Untuk itu, modifikasi gaya hidup untuk menjaga tekanan darah serendah mungkin.
Usahakan menjaga berat badan, berolahraga secara terarut, membatasi konsumsi alkohol, kurangi stress, dan makan dengan benar.
5. Menjaga gula darah
Diabetes menjadi faktor risiko penting untuk demensia, sehingga usahakan agar kadar gula darah dalam tubuh tetap dalam batas normal.
Diabetes dapat dicegah dengan makan yang benar, berolahraga secara teratur, dan tetap mempertahankan berat badan ideal.
Namun jika kadar gula darah tetap tinggi, maka perlu obat-obatan untuk mengontrol, dengan berkonsultasi kepada petugas kesehatan terlebih dahulu.
6. Kolesterol
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.
Diet, olahraga, pengendalian berat badan, dan menghindari tembakau akan sangat membantu menjaga kadar kolesterol. Akan tetapi jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, maka dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat.
7. Menghindari tembakau dan alkohol
Untuk tetap menjaga kesehatan otak, hindari tembakau dalam segala bentuk.
Adapun meminum minuman beralkohol secara berlebihan, juga menjadi risiko utama demensia, sehingga penting untuk membatasi konsumsinya. Baca juga: Risiko dan Manfaat Minum Air Dingin untuk Kesehatan
8. Mengelola emosi
Orang yang cemas, depresi, kurang tidur, atau kelelahan cenderung mendapatkan skor yang buruk saat tes fungsi kognitif.
Meskipun skor buruk tes fungsi kognitif tidak selalu memprediksi peningkatan risiko penurunan kognitif di usia tua, kesehatan mental yang baik dan tidur nyenyak dapat membantu menjaga kesehatan otak.
9. Menghindari cedera otak
Cedera kepala sedang hingga berat, bahkan tanpa diagnosis gagar otak, akan meningkatkan risiko gangguan kognitif.
10. Bersosialisasi
Ikatan sosial yang kuat dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah, tekanan darah terjaga, dan harapan hidup lebih lama.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Kalender 2025
Hari Ataksia Internasional
kesehatan otak
25 September
hari nasional
Hari Internasional
| Jadwal Libur Sekolah Desember 2025 dan Masuk Januari 2026 Semua Provinsi se-Indonesia |
|
|---|
| Apakah Tanggal 31 Desember 2025 Libur Nasional? Cek Longweekend Natal dan Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| Makna Peringatan 1 Desember: Dari AIDS Sedunia hingga Tahanan untuk Perdamaian |
|
|---|
| KALENDER Pendidikan Desember 2025: Jadwal Pembagian Rapor Terbaru dan Libur Sekolah Akhir Tahun 2025 |
|
|---|
| KALENDER Desember 2025 Daftar Hari Baik dan Buruk Menurut Primbon Jawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Hari-Ataksia-Internasional11.jpg)