Ramadhan 2026

Menyikapi Perubahan Pola Belanja Selama Ramadhan dalam Perspektif Akuntansi

Ramadhan bukan hanya bulan penuh berkah bagi umat Muslim, tetapi juga berdampak signifikan pada pola ekonomi masyarakat.

Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
CITIZEN REPORTER - Izza Karunia Putri, S.E., M.Ak, Dosen Akuntansi IAIN Pontianak 

Akuntansi sebagai alat pencatatan dan pengelolaan keuangan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa pengeluaran untuk amal tetap terencana dalam anggaran rumah tangga. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bin al-Hajjaj disebutkan:

"Sedekah tidak akan mengurangi harta."

Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan perencanaan dan niat yang baik justru membawa keberkahan.

Di sisi lain, saat berbelanja untuk kebutuhan Ramadhan, tidak sedikit masyarakat yang terjebak dalam perilaku konsumtif berlebihan. Peningkatan konsumsi sering dipicu faktor sosial, seperti tren berbuka puasa di restoran atau membeli berbagai makanan khas Ramadhan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 27:

"Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

Ayat ini menjadi peringatan agar umat Islam bijak dalam membelanjakan uang dan tidak terjebak pada pemborosan yang tidak bermanfaat.

Akuntansi juga berperan penting dalam memantau arus kas selama Ramadhan. Pada bulan ini, pendapatan bisa mengalami fluktuasi akibat perubahan pola kerja, seperti libur panjang atau pengurangan jam kerja. Dengan teknik pencatatan yang tepat—misalnya mencatat pengeluaran harian dan membandingkannya dengan anggaran yang telah ditetapkan—individu dapat menyesuaikan pengeluaran sesuai kondisi keuangan yang ada.

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya hidup sederhana dan tidak berlebihan. Dalam hadits riwayat Ahmad ibn Hanbal disebutkan:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."

Hal ini mengingatkan bahwa harta hendaknya digunakan secara bijaksana dan memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Perencanaan keuangan yang baik selama Ramadhan akan membantu mengoptimalkan tujuan keuangan jangka panjang, seperti menabung untuk kebutuhan masa depan. Dengan pengelolaan yang cermat, peningkatan pengeluaran tidak harus mengorbankan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan ibadah.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2–3:

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Dengan menjaga kesederhanaan dan perencanaan yang baik, Ramadhan dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved