TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Melawi, terdapat 169 desa yang tersebar di 11 kecamatan, masing-masing dengan kisah unik dan tantangan tersendiri.
Bagi warga desa seperti di Nanga Nuak atau Tanjung Gunung, kehidupan bukan sekadar tentang bertahan hidup, tapi tentang menjaga nilai, tradisi, dan harapan.
Dari desa yang hanya bisa dijangkau lewat sungai, hingga wilayah perbukitan yang bergantung pada pertanian, potret keseharian masyarakat Melawi adalah cermin Indonesia yang tersembunyi.
Meski infrastruktur masih menjadi keluhan utama, warga tetap menunjukkan semangat membangun dari bawah.
Data Kemendagri mencatat persebaran desa ini merata, dari Kecamatan Belimbing hingga Tanah Pinoh Barat, menciptakan mozaik kehidupan yang kaya akan keberagaman.
• 20 Tempat Wisata di Melawi, Surga Tersembunyi di Kalbar dari Air Terjun hingga Water Park
[Cek Berita dan informasi Melawi Dalam Data KLIK DISINI]
Bagaimana Kehidupan di Kecamatan Belimbing dan Belimbing Hulu?
1. Desa di Belimbing: Perpaduan Tradisi dan Alam
Kecamatan Belimbing memiliki 17 desa, seperti Batu Ampar, Nanga Pau, hingga Tekaban.
Wilayah ini dikenal dengan sungai-sungainya yang menjadi jalur utama transportasi dan sumber penghidupan.
Desa seperti Pemuar dan Belonsat masih menjaga tradisi adat Dayak yang kuat.
2. Belimbing Hulu: Desa Kecil dengan Semangat Besar
Berbatasan langsung dengan Belimbing, Belimbing Hulu memiliki 8 desa, termasuk Tiong Keranji dan Nanga Raya.
Walau berukuran kecil, desa-desa ini memperlihatkan semangat masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis pertanian dan hutan adat.
Apa Saja Keunikan Kecamatan Ella Hilir dan Menukung?
3. Ella Hilir: Desa-Desa di Tepi Sungai
Dengan 19 desa, seperti Nanga Ella Hilir, Popai, dan Sungai Mentoba, kecamatan ini memiliki akses terbatas karena letaknya di hulu sungai.
Namun, masyarakat tetap bertahan dengan mengembangkan hasil hutan non-kayu dan pertanian lahan kering.
4. Menukung: Sentra Kehidupan Dayak
Juga memiliki 19 desa, kecamatan Menukung mencerminkan kekayaan adat Dayak.
Desa seperti Laman Mumbung dan Langau Leban Satu menjadi pusat kegiatan budaya tahunan.
Pemerintah desa bersama tokoh adat kerap mengadakan pelatihan kerajinan rotan dan tenun ikat khas Dayak.
Apa Peran Nanga Pinoh sebagai Pusat Kabupaten?
5. Nanga Pinoh: Kota Kecil dengan Jiwa Besar
Sebagai ibu kota kabupaten, Nanga Pinoh menjadi pusat pemerintahan dengan 17 desa, seperti Tanjung Lay, Kelakik, dan Sidomulyo.
Fasilitas publik di kecamatan ini lebih lengkap, mulai dari rumah sakit, sekolah, hingga akses internet.
6. Pinoh Selatan: Penyangga Ekonomi Lokal
Pinoh Selatan memiliki 12 desa, seperti Senempak dan Bayur Raya, yang terkenal dengan perkebunan kelapa sawit dan karet.
• Profil Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat yang Miliki 11 Kecamatan Seluas 10.640,80 km⊃2;
7. Pinoh Utara: Penyangga Ekonomi Lokal
Pinoh Utara, dengan 19 desa seperti Nanga Man dan Kompas Raya, terkenal dengan kegiatan tambang rakyat dan pertanian kopi.
Mengapa Kecamatan Sayan dan Sokan Menjadi Daya Tarik Tersendiri?
8. Sayan: Desa-Desa Produktif
Dikenal dengan 18 desa, Sayan memiliki potensi besar di sektor pangan.
Desa Berobai Permai dan Lingkar Indah rutin menyuplai hasil pertanian ke kota.
Beberapa BUMDes juga aktif membina petani untuk menggunakan pupuk organik.
9. Sokan: Wilayah Perairan yang Kaya Ikan
Dengan 18 desa, seperti Nanga Sokan, Tanjung Mahung, dan Telaga Raya, Sokan dikenal dengan danau-danaunya yang menjadi sumber ikan air tawar.
Selain itu, potensi pariwisata alam terus dikembangkan oleh generasi muda desa.
Apa Tantangan Pembangunan di Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat?
10. Tanah Pinoh: Infrastruktur yang Masih Tertinggal
Tanah Pinoh memiliki 12 desa, seperti Madong Jaya dan Pelita Kenaya, yang tersebar cukup jauh.
Akses jalan dan jembatan masih menjadi kendala utama. Saat musim hujan, beberapa desa bahkan terisolasi total.
11. Tanah Pinoh Barat: Menjaga Semangat Gotong Royong
Dengan 10 desa, seperti Durian Jaya dan Ulak Muid, masyarakat di Tanah Pinoh Barat menjaga nilai-nilai kebersamaan melalui kegiatan gotong royong.
Mereka juga mengembangkan energi alternatif mikrohidro di beberapa desa terpencil.
Bagaimana Masa Depan 169 Desa di Melawi?
Dari Belimbing hingga Tanah Pinoh Barat, 169 desa di Kabupaten Melawi adalah denyut nadi Kalimantan Barat yang tersembunyi dari sorotan utama.
Meski tantangan infrastruktur dan akses masih nyata, semangat warganya menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa.
Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong pembangunan berbasis potensi lokal, mendengarkan aspirasi warga desa, dan memberikan akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan konektivitas digital.
Melawi bukan hanya daftar nama desa.
Ia adalah potret Indonesia yang bertahan, berkembang, dan berharap dari desa ke desa.
(*)
• Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
• Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!