Jumlah kebutuhan kalori per hari dapat diperoleh dengan menghitung BMR dan tingkat aktivitas harian seseorang.
Rumus yang paling banyak digunakan oleh ahli gizi untuk menghitung BMR adalah Rumus Harris-Benedict.
Rumus ini dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan.
■ Untuk laki-laki: (88,4 + 13,4 x berat dalam kilogram) + (4,8 x tinggi dalam sentimeter) - (5,68 x usia dalam tahun)
■ Untuk wanita: (447,6 + 9,25 x berat dalam kilogram) + (3,10 x tinggi dalam sentimeter) - (4,33 x usia dalam tahun)
• Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 205 Sifat-sifat Bangun Ruang
Hasil perhitungan BMR kemudian dikalikan dengan angka aktivitas harian rata-rata orang tersebut.
Angka ini berkisar antara 1,2–1,9 tergantung dari seberapa tinggi aktivitas harian seseorang.
Semakin jarang seseorang melakukan aktivitas fisik, semakin rendah pula angka aktivitas hariannya.
Sebagai contoh, seorang siswa laki-laki berusia 17 tahun dengan berat badan 70 kg, tinggi 173 cm dengan tingkat aktivitas harian tergolong sedang karena berolahraga tiap sore, maka BMR pria ini adalah:
(88, 4 + 13, 4 × 70) + (4, 8 × 173) − (5, 68 × 17) = 1.760, 2 kalori
Karena siswa laki-laki ini termasuk melakukan kegiatan fisik dalam taraf sedang, angka aktivitas hariannya berada di angka 1,5.
Artinya, untuk menjaga tubuh agar tetap bekerja dengan baik, jumlah kebutuhan kalori per hari siswa ini adalah 1.760,2 x 1,5 = 2.640.3 kalori.
Jika kalian ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat, kalian perlu membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.
Kalian bisa menyiasatinya dengan makan makanan berkalori rendah dan meningkatkan intensitas olahraga.
Namun, jika ingin menambah berat badan, kalian perlu asupan kalori yang lebih banyak daripada jumlah yang kalian bakar setiap hari.
• Kunci Jawaban Kurikulum Merdeka Matematika Kelas 7 SMP Halaman 205 Sifat-sifat Bangun Ruang