TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Apakah kamu masih mencari pengertian tentang metode ilmiah?
Metode Ilmiah adalah proses yang ketat dan sistematis yang melibatkan observasi, pembentukan hipotesis, eksperimen, dan analisis data dengan tujuan untuk memahami dan menjelaskan fenomena alam.
Metode ini merupakan mekanisme utama yang digunakan untuk menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan ilmiah.
Dengan melihat bagaimana pertanyaan diajukan, eksperimen dirancang, dan analisis dilakukan, pembaca dapat memperoleh apresiasi terhadap cara kerja sains.
Pengertian Metode Ilmiah
Menurut Wikipedia, pengertian metode ilmiah adalah tata cara atau sebuah prosedur untuk memecahkan suatu masalah tertentu oleh ilmuwan atau akademisi.
Pengertian metode ilmiah adalah suatu proses dan tahapan wawasan keilmuan yang dilakukan dengan sistematis untuk menyajikan suatu pengetahuan berdasarkan bukti-bukti nyata.
• Contoh Membuat Cover Latter yang Baik dan Benar, Dokumen Penting Selain CV Saat Melamar Kerja
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Ada 10 tahap dalam metode ilmiah, selengkapnya bisa kamu cek di bawah ini:
1. Identifikasi Masalah
Metode ilmiah dimulai dari mengidentifikasi masalah. Caranya, dengan mengamati lingkungan di sekitar kamu, atau juga bisa mengidentifikasi masalah melalui artikel maupun buku-buku yang kamu baca, loh! Oleh karena itu, identifikasi masalah sangat penting sebelum kamu melakukan penelitian.
2. Merumuskan Masalah
Saat kamu sudah mengidentifikasi masalah, selanjutnya adalah merumuskan masalah. Rumusan masalah itu erat kaitannya sama tujuan yang ingin kamu capai dalam suatu penelitian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merumuskan masalah:
perumusan masalah berupa kalimat pertanyaan yang ingin kamu jawab dalam penelitian.
Rumusan masalah yang dibuat harus dapat diuji (observasi) untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Kalimat pertanyaan harus jelas dan mudah dimengerti.
3. Mengkaji Literatur (Menyusun Teori Dasar)
Setelah kamu punya rumusan masalah, kamu harus menyusun dasar teori untuk penelitian kamu. Nah, caranya kamu bisa mengkaji berbagai literatur, seperti membaca buku, menganalisis penelitian terdahulu, atau membaca artikel/jurnal ilmiah tentang topik yang kamu teliti.
• Cara Meningkatkan Mood Booster, Apa Itu Mood Booster dan Contohnya?
4. Membuat Hipotesis
Selanjutnya kamu bisa membuat hipotesis yaitu dugaan sementara atas rumusan masalah penelitian kamu. Nah, hipotesis ini harus berdasarkan dasar teori yang sudah kamu pilih dan bersifat objektif (terukur).
5. Menentukan Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan faktor yang menentukan validitas (kebenaran) hasil penelitian yang dilakukan. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabel kontrol.
6. Menetapkan Prosedur Kerja
Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya dibuat dalam bentuk diagram alir.
7. Menguji Hipotesis (Melakukan Eksperimen, Observasi, atau Survei)
Lalu, bagaimana kita mengetahui apakah hipotesis yang sudah kamu buat sudah benar atau belum benar? Caranya dengan menguji hipotesis tersebut. Misalnya, melakukan eksperimen di dalam laboratorium, observasi langsung, atau melakukan survei. Kamu juga bisa menyiapkan tabel data pengamatan sebelum melakukan eskperimen agar memudahkan kamu untuk mencatat ya!
8. Mengolah dan Menganalisis Data
Terus, data-data yang telah kamu peroleh dari uji hipotesis, dicatat dan diolah ke dalam bentuk tabel, grafik atau diagram, sehingga mudah untuk dianalisis. Dalam mengolah dan menganalisis data ini, kamu harus menghubungkannya dengan dasar teori yang sudah kamu jadikan rujukan ya!
9. Membuat Kesimpulan
Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.
10. Mempublikasikan Hasil Penelitian
Setelah kamu menyimpulkan hasil penelitian, kamu bisa mempublikasikan apa yang sudah kamu temukan dalam bentuk tulisan berupa laporan ilmiah dan bisa kamu publikasikan dalam bentuk lisan berupa presentasi dalam forum-forum ilmiah.
• Apa Manfaat Self Control ? Cara Pengendalian Diri dan Contohnya Berdasarkan Ilmu Psikologi
Contoh Metode Ilmiah Observasi
1. Observasi Awal
Pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT).
2. Identifikasi Masalah
Apakah potongan harga dan pembayaran sistem cashless berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT)?
Apakah terdapat perbedaan peningkatan jumlah penumpang pada Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja?
3. Merumuskan Hipotesis
Kemungkinan terdapat peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless secara bersamaan.
4. Melakukan Observasi
Tujuan Observasi
Mengetahui pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT).
Mengetahui perbedaan peningkatan jumlah penumpang pada Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja.
Alat dan bahan observasi adalah sebagai berikut :
Kuesioner
Alat tulis
Smartphone atau perekam suara
Langkah Kerja Observasi
Melakukan diskusi mengenai tema penelitian
Membuat surat penelitian
Membuat pilihan pertanyaan penelitian
Membuat kuesioner penelitian
Mengambil data atau sampel penelitian di lapangan
Melakukan wawancara penelitian
Mengumpulkan data penelitian
Melakukan tabulasi data penelitian
Mengolah data sampel penelitian yang telah dikumpulkan
Memaparkan hasil penelitian
• Contoh Lampiran dalam Makalah dan Cara Membuatnya
5. Analisa Hasil
Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja mengalami peningkatan jumlah penumpang
Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem mengalami peningkatan jumlah penumpang yang lebih banyak.
6. Membuat Kesimpulan
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless mengalami peningkatan jumlah penumpang yang lebih banyak daripada Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja.
Hal tersebut bisa juga dikarenakan saat ini peningkatan jumlah pengguna smartphone cukup banyak, sehingga penggunaan aplikasi berbasis cashless juga semakin banyak.
Itulah contoh metode ilmiah observasi mengenai pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT). Biasanya contoh metode ilmiah eksperimen tidak terdapat tahapan wawancara karena bersifat pengamatan.
Pada contoh metode ilmiah observasi biasanya terdapat tahapan wawancara untuk data pendukung dari data hasil observasi yang diperoleh melalui pengisian kuesioner.
(*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News