Lokal Populer

Profil Elly Leo Fara, Guru Berprestasi dengan Ragam Inovasi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Elly Leo Fara, Guru SMAN 5 Pontianak yang kini menjadi Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak dan fasilitator IKM Mandiri.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Elly Leo Fara merupakan guru berprestasi asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang mengajar di SMAN 5 Pontianak. Ia merupakan satu diantara 60 guru penggerak di Kalbar.

Guru Penggerak sendiri siap menjadi pemimpin pembelajaran dan berperan sebagai agen pendorong transformasi pendidikan di Indonesia. Bagi Elly, Guru Penggerak memiliki arti tersendiri.

"Guru penggerak adalah guru yang bahagia karena secara mandiri tak henti belajar dan reflektif, bergerak membuat inovasi dalam pembelajaran yang berpihak pada murid, berbagi dan berkolaboratif dalam praktik baik," ujarnya Sabtu, 3 Desember 2022.

Saat ini guru penggerak yang sudah menyelesaikan pendidikannya ada 3 angkatan dimana tiap angkatan ada 2.800 guru per angkatan se-Indonesia.

Prioritas Anggaran Dana Alokasi Umum di Kabupaten Kapuas Hulu

Untuk di Kota Pontianak, angkatan 1 yang sudah menyelesaikan pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan berjumlah 60 guru terdiri dari 3 guru TK, 27 guru SD, 15 guru SMP dan 15 guru SMA.

Sedangkan untuk angkatan 4 dan 7 kata Elly masih dalam pendidikan. Mereka adalah guru-guru terpilih dari seluruh penjuru Indonesia yang telah lulus dari Program Pendidikan Guru Penggerak.

Elly merupakan satu diantara guru yang memiliki sederet prestasi. Ia pernah menjadi Juara 2 Guru Berprestasi SMA Kota Pontianak 2013, Juara 2 Guru Berprestasi SMA Kota Pontianak 2016, Juara 1 Bestpractice PGRI Kota Pontianak 2018 dan Juara 1 OGN BK Tingkat Provinsi Kalbar 2018.

Ia juga merupakan Finalis Bestpractice Nasional 2013, Finalis Bestpractice Nasional 2014, Finalis Inovasi Pembelajaran Nasional 2016, Finalis OGN Tingkat Nasional 2018, Juara 2 Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional 2021, Guru Penggerak A1 Kota Pontianak 2021 dan Kelompok Guru Terbaik Riset IPSK PIRN-BRIN 2022.

Berbagai aktivitas pengembangan diri juga ia ikuti, seperti Instruktur Nasional Guru Pembelajar, Instruktur Nasional Kurikulum 2013, Mentor WLG POP (Forum Indonesia Menulis) 2021, Pembimbing KIR SMAN 5 dan SMAN 12 Pontianak, Mentor Guru Menulis PGRI SLCC Kalbar.

Pengembangan lainnya yang ia ikuti adalah Coach Pendidikan Keterampilan Hidup Unicef Kemdikbud, Fasilitator Karya Nyata Guru Penggerak BK, Mentor SLN POP (Forum Indonesia Menulis) 2022, Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak dan Fasilitator IKM Mandiri.

Guru Penggerak yang sudah menyelesaikan Pendidikannya bergabung dalam satu komunitas belajar Guru Penggerak A1 Pontianak, disana kata Elly para guru bergerak mendorong guru-guru untuk bersama belajar meningkatkan kompetensi diri.

"Kegiatan yang sudah kami lakukan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar adalah Coaching Clinic PGP. Selain itu Guru Penggerak juga banyak diberdayakan menjadi narasumber atau fasilitator dalam berbagai kegiatan pelatihan, seminar dan workshop," ujarnya.

Ia berharap kedepannya tetap semangat untuk belajar, bergerak dan berbagi bersama guru-guru hebat Kalbar.

"Saya yakin jika semua unsur pendidikan membangun eksosistem untuk bergerak bersama maka transformasi pendidikan dapat terwujud di Kalbar. Mari Bergerak Bersama Pulihkan Pendidikan dan Meningkatkan Mutu Pendidikan Kalbar," ajaknya.

Menjadi Asesor Guru Penggerak, Inovasi yang Dilakukan Elly Leo Fara

Elly Leo Fara yang juga merupakan Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak serta fasilitator IKM Mandiri terus melakukan inovasi di bidang pendidikan.

Selama ia mengikuti pendidikan guru penggerak banyak inspirasi yang ia dapatkan yang mendorongnya untuk melakukan aksi nyata dari modul yang dipelajari.

"Saya membuat inovasi Klinik Belajar pada tahun 2021 yang merupakan program BK berpihak pada murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila dengan mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak," ujarnya Sabtu 3 Desember 2022.

Program Klinik Belajar berbasis IA (Appreciative Inquiry) memanfaatkan kekuatan sebagai pendukung untuk melakukan perubahan, Program klinik belajar berdasarkan assesmen terbagi menjadi tiga sub program yaitu tutor sebaya, kreatifree dan sahabat peduli.

"Alhamdulillah, best practice program sahabat peduli mendapatkan juara 2 lomba KTI Guru tingkat Nasional, dan program kreatifree juga saya membimbing murid mengikuti LKTI sehingga mendapat juara 1 LKTI tingkat Provinsi tahun 2021 yang diselenggarakan FMIPA Untan," ujarnya.

Pada tahun 2022 ini Elly kembali membuat inovasi layanan BK berdiferensiasi career guidance “Ready to Work” untuk siswa kelas XII dimana saya memberikan layanan BK sesuai kebutuhan murid.

Dimana, Elly mengaku tidak semua murid studi lanjutnya kuliah, beberapa murid merencanakan kerja, untuk menyiapkan mereka mamasuki dunia kerja.

"Saya berkolaborasi memberikan pelatihan vokasi bekerjasama dengan UBSI Pontianak memberikan pelatihan akunting kepada 80 murid kelas XII yang merencanakan kerja," ujarnya.

Selain itu, ia juga berkerjasama dengan pengusaha roti memberikan pelatihan pembuatan roti kepada 10 murid yang merencanakan memiliki usaha.

"Tentu saja setiap program yang saya buat berkolaboratif dengan stakeholder sekolah yang senantiasa memberikan dukungan moril dan materil. Pada tahun 2022 juga saya membimbing siswa dalam lomba AHM Best Student dan mendapat juara 2 tingkat provinsi Kalbar,," ceritanya.

Bagi Elly, untuk berinovasi dan berprestasi bukan hanya pencapaian seorang guru saja tetapi guru harus bisa juga menuntun muridnya untuk berinovasi dan berprestasi.

Cerita Awal Mendaftar Guru Penggerak

Elly yang melewati berbagai proses mengaku dirinya memang suka belajar hal baru. Saat guru penggerak merupakan program baru yang diadakan Kemdikbudristek yang pendaftarannya secara online ia pun ikut mendaftar.

"Saya penasaran dengan ilmunya jadi saya coba daftar secara online akhir tahun 2020. Saat dinyatakan lulus seleksi calon guru penggerak saya harus mengikuti pendidikan selama 9 bulan, di tahun 2021 saya menyelesaikan Pendidikannya dan menjadi Guru Penggerak. Alhamdulillah," ujarnya Sabtu, 3 Desember 2022.

Setelah menjadi guru penggerak, ia dapat menjadi Asesor Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak yang bertugas menyeleksi Kepala Sekolah dan Guru dalam seleksi Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak se-Indonesia. Selain itu, Elly juga menjadi mentor dalam Program Organisasi Penggerak “FIM”.

"Perasaan saya penuh rasa syukur karena menjadi bagian dari transformasi pendidikan. Saya merasa menjadi guru bahagia karena tidak menjalankan kewajiban saya sebagai seorang guru menjadi beban tetapi saya menjalaninya dengan bahagia, saya berupaya melakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat untuk masa depan murid," ujarnya.

Tantangan murid di masa depan kata Elly sangat berat karena itu ia membantu menyiapkan mereka. "Walau dampaknya tidak terlihat dalam seketika tetapi saya yakin hal kecil yang saya lakukan akan bermanfaat untuk masa depan mereka," ujarnya.

Jangan Berhenti Belajar, Elly Leo Fara: Guru yang Berhak Mengajar Adalah Guru yang Mau Belajar

Sebagai Guru Penggerak, Elly menilai sebagai seorang guru tentu saja jangan pernah berhenti belajar.

"Guru yang berhak mengajar adalah guru yang mau belajar. Saat ini, pendidikan terus bertransformasi, sebagai seorang guru tentu saja harus adaptif terhadap perubahan, karena guru yang adaptif akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan murid," ujarnya Sabtu, 3 Desember 2022.

Ia mengatakan guru yang adaptif akan mulai menyesuaikan pembelajarannya sesuai dengan perubahan yang ada. Guru kata Elly harus mampu menuntun murid menyiapkan masa depannya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

Saat ini, sekolah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka sendiri kata Elly merupakan upaya pemerintah dalam pemulihan pembelajaran dimana penerapannya lebih fleksibel, berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan karakter profil pelajar pancasila dan kompetensi murid.

"Merdeka belajar mulai diterapkan di Kota Pontianak tahun 2022 secara bertahap, tentu saja dampaknya berbeda-beda di tiap sekolah. Karena sumber daya yang ada di sekolah juga berbeda karena ini merupakan sesuatu yang baru tentu saja menimbulkan reaksi yang berbeda," ujarnya.

Elly mengatakan ada yang merasa lebih cocok kurikulum merdeka ini diterapkan tetapi ada yang juga merasa keberatan karena merasa perubahan membuat mereka kesulitan. "Untuk tahun 2022 ini penerapannya di tiap sekolah diberikan kebebasan untuk memilih 3 opsi implementasi kurikulum merdeka," ujarnya.

Tiga opsi diantaranya, IKM Belajar Diaman sekolah tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan bisa menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka. Kedua, IKM Berubah yaitu sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan, dan ketiga IKM Berbagi dimana sekolah menerapkan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Untuk tahun 2022-2023 penerapan kurikulum merdeka kata Elly masih opsional tetapi pada tahun 2024 semua sekolah wajib menerapkan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka diakuinya adalah hal baru yang tentu saja masih dalam proses penyempurnaan. Hal yang perlu dipahami bahwa kurikulum merdeka ini kata Elly tidak ada diberikan pelatihan khusus karena semuanya secara mandiri harus dipelajari di platform merdeka mengajar.

"Tentu saja sebagian guru sebagai pelaksana kurikulum merasa kebingungan karena selama ini jika ada perubahan kurikulum maka ada pelatihan, bimtek, workshop yang dilaksanakan pemerintah. Tetapi di kurikulum merdeka ini semua guru dapat mengikuti pelatihan mandiri di Platform Merdeka Mengajar yang disediakan Kemdikburistek namun tidak semua guru mau untuk belajar di platform tersebut," ceritanya.

Kurikulum merdeka kata Elly tidak menyediakan format khusus hanya prinsip-prinsipnya tertuang di panduan kurikulum merdeka.

"Karena dalam pelaksanaannya diberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan sesuai kebutuhan, hal ini membuat guru yang terbiasa ada format sebagai acuan mengalami kebingungan juga," ungkapnya.

Biodata

Nama lengkap: Elly Leo Fara, S.Pd, M.Pd
Tempat lahir: Pontianak
Tanggal lahir: 31 Juli 1982
Alamat: Jalan Perdana

Riwayat pendidikan:
TK Alwardah Pontianak
SD Muhammadiyah 2
SMP Negeri 1 Pusat Damai
SMA Negeri 2 Pontianak
Perguruan Tinggi: S1 Bimbingan Konseling, STKIP PGRI (cumluade), S2 Magister Teknologi Pendidikan Untan (cumluade)

Nama orangtua :
Ayah : (Alm) Fachrudin H.Ahmad Djafar
Ibu : Rahmania H.Abdul Djabar

Nama saudara kandung:
Eny Capriani Fara
Ega Virgo Fara
Novitasari
Pasangan : Gunawan
Pekerjaan pasangan: Wiraswasta
Anak :
1: Rabyatul Adawiyah
2: Syarafina Hassyati
3: Atsha Nurhasanah
Akun media sosial
Instagram: elly leo fara
Facebook: elly leo fara
YouTube: elly leo fara

Prestasi dan penghargaan yang pernah di raih :
Prestasi
• Juara 2 Guru Berprestasi SMA Kota Pontianak 2013
• Juara 2 Guru Berprestasi SMA Kota Pontianak 2016
• Juara 1 Bestpractice PGRI Kota Pontianak 2018
• Juara 1 OGN BK Tingkat Provinsi Kalbar 2018
• Finalis Bestpractice Nasional 2013
• Finalis Bestpractice Nasional 2014
• Finalis Inovasi Pembelajaran Nasional 2016
• Finalis OGN Tingkat Nasional 2018
• Juara 2 Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional 2021
• Guru Penggerak A1 Kota Pontianak 2021
• Kelompok Guru Terbaik Riset IPSK PIRN-BRIN 2022

Pengembangan Diri
• Instruktur Nasional Guru Pembelajar
• Instruktur Nasional Kurikulum 2013
• Mentor WLG POP (Forum Indonesia Menulis) 2021
• Pembimbing KIR SMAN 5 dan SMAN 12 Pontianak
• Mentor Guru Menulis PGRI SLCC Kalbar
• Coach Pendidikan Keterampilan Hidup Unicef Kemdikbud
• Fasilitator Karya Nyata Guru Penggerak BK
• Mentor SLN POP (Forum Indonesia Menulis)2022
• Asesor Sekolah Penggerak
• Asesor Guru Penggerak
• Fasilitator IKM Mandiri

Berita Terkini