Khazanah Islam
Arti dan Bahaya Sifat Tercela Gadab dan Tamak pada Manusia
Satu di antara sifat tercela yang perlu dihindari adalah Gadab dan Tamak. Gadab berarti marah. Gadab termasuk sifat tercela,
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Secara bahasa sifat tercela adalah sikap atau perbuatan yang tidak baik.
Sedangkan menurut istilah perilaku ialah semua sikap dan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT yang akan menimbulkan kerugian bagi dirinya dan orang banyak.
Satu di antara sifat tercela yang perlu dihindari adalah Gadab dan Tamak.
Gadab berarti marah. Gadab termasuk sifat tercela, karena marah itu bersumber dari setan
• Larangan Berputus Asa dalam Islam, Cara Hindari Putus Asa Agar Kembali Bangkit
Seseorang yang sedang marah memiliki kecenderungan tidak dapat mengontrol diri.
Untuk itulah sebagai orang Islam harus pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak sampai mudah marah.
Orang yang dapat menahan amarah merupakan salah satu ciri orang muttaqin.
Akibat buruk dari sikap marah, antara lain:
- Tidak dapat berfikir tenang dalam menghadapi permasalahan.
- Tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara baik berdasarkan pertimbangan pikiran sehat.
- Jika sering terjadi, dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang membahayakan kesehatan jasmani dan rohani.
- Sikap gadab dapat menimbulkan kekecewaan atau sakit hati orang lain.
- Dapat menimbulkan kerugian materi, jika disertai dengan perbuatan anarkis.
Oleh karena sifat gadab merupakan sifat tercela maka, kita harus berusaha menghindarkan diri dari sifat tersebut.
Sebagai orang yang beriman dan bertakwa, maka kita harus menghindari sikap marah. Meredam kemarahan dengan kesabaran.
Hati yang sabar akan membawa seseorang untuk berpikir secara cermat dalam menghadapi suatu permasalahan.
Tamak
Secara bahasa tamak berarti rakus. Sedang menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.
Tamak adalah sikap rakus terhadap hal-hal yang bersifat duniawi sehingga menyebabkan manusia menjadi hina.
Sifat ini digambarkan oleh Rasulullah SAW seperti orang yang haus yang hendak minum air laut, semakin banyak ia meminum air laut, semakin bertambah rasa dahaganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Doa-Tahlil-Lengkap-Arab-dan-Latin-Cek-Juga-Bacaan-Ringkasnya.jpg)