Berikut Paparan Malik Saepudin Munculnya Kasus Baru Covid-19 hingga Pelajar, Guru dan Anggota DPRD

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dr. Malik Saepudin, SKM, M. Kes

TRUBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akhi-akhir ini telah muncul kasus baru covid-19 yang menyasar ke semua unsur, bahkan para peserta didik, guru dan anggota dewan pun menjadi sasaran virus corona, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.

Dengan itu, Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan ketua Muhmamadiyah Covid-19 command Center (MCCC) Kalbar, Dr. Malik Saepudin SKM., M.Kes menjelaskan apabila Pemerintah terus gencar melakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19 seperti kegiatan tracking test dan treatment tentu dikatakannya bisa mengungkap semua kasus yang selama ini tak terpendam atau tak kelihatan.

Dr. Malik menilai bahwa upaya yang dilakukan Pemprov Kalbar melalui kegiatan Tracking, Test dan Treatment (3T) telah sesuai dengan prosedur WHO. 

"Kegiatan yang dilakukan Pemprov Kalbar adalah sangat baik dan sesuai dengan prosedur WHO, salah satu upaya terbaik menekan laju penyebaran Covid-19 dengan melakukan 3T. Itulah mengapa terlihat ada kenaikan kasus di Kalbar," jelas Malik Saepudin.

Semakin baik dan masif kegiatan 3T dilakukam tentu akan semakin banyak mengungkap kasus baru dan termasuk melakukan swab test massal yang menyasar siswa dan Guru untuk persiapan tatap muka di sekolah.

"Hingga dari kegiatan tersebut berhasil menemukan 16 siswa dan delapan guru positif covid-19 dari beberapa sekolah di Kalbar, serta dapat melacak kasus baru yang lain yaitu 1 kasus positif covid-19 dari anggota DPRD Kabupaten Ketapang," tambah Malik Saepudin, Rabu (12/8/2020).

Meskipun belum diketahui secara pasti bahwa siswa dan guru yang tertular Covid-19 itu, tertular dari klaster transmisi lokal atau bukan.

Persiapan Belajar Tatap Muka, SMP Negeri 1 Sintang Kumpulkan Orangtua Siswa

Namun Berdasarkan informasi dari salah satu teman sejawatnya, diatara mereka ada yang diketahui beberapa hari sebelumnya melakukan perjalanan keluar kota  (Bandung)  dan bahkan keluar negeri yaitu ke Singapura. 

Hal tersebut menurut ahli Epidemiologi tentu harus menjadi sebuah catatan penting dan menyadarkan bagi masyarakat Kalbar semuanya, bahwa wabah Covid-19 hingga saat ini masih terus berlangsung. 

"Selama vaksin dan obat belum diketemukan, maka upaya yang terbaik adalah menyadarkan kita semua selain untuk tidak bepergian ke wilayah yang zona merah, juga selalu menjalankan protokol kesehatan yaitu Menjaga jarak, menggunkan masker dan Mencuci tangan (3M) di tengah pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di mana saja, selain di lingkungan sekolah, juga di perkantoran dan sektor-sektor usaha perkonomian, seperti pasar tradisional, transportasi publik, serta tempat-tempat umum lainnya," jelas Malik Saepudin .

Hingga saat ini, dikatakan Dr. Malik peningkatan kasus yang terus terjadi di Kalbar masih belum dikatakan sebagai second wave atau gelombang kedua.

Meriahkan HUT RI ke 75, Kodim 1206 Putussibau Laksanakan Event Trabas Motor Trail

Alasan itu dikatakannya, karena sampai saat ini masih belum mendapat kepastian terhadap puncak pada gelombang pertama pasca hari raya Idul Fitri kemaren.

"Hanya saja indikator Reproductive number (Ro) di akhir Juni Kalbar telah berada di bawah 1, angka kesembuhan melebihi jumlah kasus baru,  dan tidak ada kasus kematian Covid-19 di Kalbar. Secara epidemologic scientific bahwa situasi Covid-19 tersebut berdasarkan kurva normal berada di sebelah kanan yaitu di titik penurunan," ungkapnya.

Selain data yang ada, lanjutnya, untuk memastikan akan terjadinya gelombang dua atau tidak. Dapat dilihat dari adanya penambahan kasus lebih lanjut, minimial dua masa inkubasi yaitu 28 hari.

Apabila selama 28 hari ini terjadi peningkatan yang signifikan atau dua kali lipat, serta hasil penghitungan indikator Ro/Rt diatas 1, adanya kematian kasus covid-19.

Maka, dikatakan Malik Saepudin bisa saja hal itu adalah pertanda Gelombang dua.  

"Tetapi dari upaya Pemprov Kalbar dan jajarannya, juga masyarakat di Kalbar,  saya optimis tidak akan terjadi gelombang dua," ucap Dr. Malik Saepudin.

Namun demikian menurutnya harus terus diwaspadai oleh semua masyarakat Kalbar, bahwa analisis data yang ada, perlu mengkaitkan antara pergerakan masyarakat dengan kasus harian. 

Secara epidemiologis, diungkapkan Dr. Malik telah dibuktikan bahwa peningkatan kasus covid-19 di Kalbar seiring dengan peningkatan pergerakan atau mobilitas masyarakat, serta konsistensi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Apakah dalam waktu 28 hari ke depan kasus akan meningkat, kita akan analisa pergerakan penduduk dengan dampaknya terhadap kasus harian. 

Kita beruntung di Kalbar ada tim pakar regional wilayah Kalimantan dan sulawesi yang menganalisa terus situasi ini, yang memberikan masukan ke Pemprov dalam melakukan langkah-langkah taktis dan setrategis untuk percepatan penanganan wabah covid-19," kata Dr. Malik Saepudin.

Dengan demikian, diakuinya tentu memiliki dampak yang nyata dalam menekan laju pertambahan kasus Covid-19 di wilayah Kalbar.

Kebijakan yang konsisten tentang pengawasan pergerakan atau mobilitas penduduk antar wilayah kepulaun dengan  memberlakukan ketentuan yang ketat. 

Menurutnya, dapat dilakukan melalui hukti surat keterangan bebas covid-19 bagi para penumpang pesawat dan kapal, serta kendaraan dari lintas batas yang akan masuk ke Kalbar. Dengan itu dipastikannya akan dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kalbar.

"Dengan kata lain, semakin baik upaya pengawasan pergerakan penduduk, maka akan semakin menurun laju penularan Covid-19 dalam 2-4 minggu ke depan," jelas Dr. Malik.

Adanya kenaikan kasus Covid-19 di Kalbar dan dibeberapa wilayah di Indonesia, dijelaskannya menggambarkan kemampuan 3T khususnya tindakan pemeriksaan atau rapid test adalah langkah lebih baik secara kualitas maupun kuantitas untuk terus dilakukan.

Terlabih di Kalbar yang telah didukung dengan adanya laboratorium digital pemeriksaan Covid-19 di Rumah Sakit Untan yang sudah madahi. Sehingga memudahkan dan meningkatkan kapasitas percepatan hasil pemeriksaan covid-19. 

"Hal inilah bahwa peningkatan kasus yang terjadi di Kalbar bukanlah menggambarkan puncak wabah atau gelombang kedua. Semoga wabah Covid-19 ini cepat berlalu," pungkas Malik Saepudin.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkini