Orangtua Opi dan orangtua AG bersepakat menyelesaikan persoalan ini melalui jalur musyawarah.
Menurut Sarbaini, musibah tersebut tidak ada yang tahu, meski niat siswanya hanya bercanda namun berakibat fatal.
"Intinya begini, kita punya tanggungjawab. Walaupun itu kecelakaan, anak anak juga tidak menginginkan kejadian tersebut," ujar Sarbaini.
Jalur musyawarah ditempuh. Pihak sekolah juga menginisiasi jalannya musyawarah mengundang kedua belah pihak ke sekolah.
Dalam kesepatan itu, orangtua siswa yang bercanda menarik bangku siap untuk tanggugjawab dan membantu biaya pengobatan Opi.
"Yang penting ada niat untuk tanggungjawab," jelasnya.
Sarbaini, juga tak menginginkan kejadian candaan berujung petaka ini terulang kembali.
"Gurau boleh, tapi kalau seperti itu guraunya bisa berakibat fatal dampaknya."
"Saya menekankan kepada guru bahwa pembinaan karakter itu penting. Korban saat ini masih di rumah sakit, rencananya oleh orangtuanya akan dibawa ke Pontianak," kata Sarbaini.
Bahaya Besar Bercanda Tarik Kursi, Ini Kata Ahli
Tahukah Anda, cara bercanda seperti ini berbahaya? Akibatnya bisa fatal bagi mereka yang mengalami terjatuh karena kursi yang akan didudukinya ditarik.
Dokter Spesialis Tulang yang juga Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine, menjabarkan sejumlah potensi bahayanya.
Salah satunya, risiko cedera tulang belakang.
“Yang jadi masalah adalah saat dia mau duduk dan tak sadar kursinya enggak ada. Itu sama seperti jatuh dari ketinggian 1 meter kalau misal posisi duduknya sekitar 1 meter,” kata dr Rahyussalim, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/9/2019).
Ia mengatakan, ketika terjatuh, maka berat badan turut dilepaskan.