Cap Go Meh

Cap Go Meh Singkawang Diterpa Isu Menyesatkan Virus Corona! Wali Kota Tjhai Chui Mie Angkat Bicara

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cap Go Meh Singkawang Diterpa Isu Menyesatkan Virus Corona! Wali Kota Tjhai Chui Mie Angkat Bicara.

Dalam postingan satu akun, informasi itu menyatakan adanya pasien positif corona di Singkawang.

Pasien itu merupakan tenaga kerja asing yang berasal dari Wuhan, China dan saat ini sedang bekerja di PLTU Batu Payung.

Terkait kabar ini, Tribun mencoba melakukan pengecekan langsung ke Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang , dr Barita P Ompusunggu.

Barita menegaskan, kabar yang tersebar itu tidak benar alias hoaks.

"Saya mau meluruskan rumor yang beredar se-Indonesia barusan, bahwa RS Abdul Aziz sedang merawat pasien suspek nCoV.
Itu HOAX. Yang benar, sampai detik ini RS Abdul Aziz belum menerima atau merawat pasien dengan suspek nCoV," kata Barita meneruskan informasi dari pihak RSUD Abdul Azis.

Menurut Barita, memang ada pasien yang dirujuk dari dari Puskesmas Singkawang Selatan.

Namun tidak ada kaitan dengan virus corona. Bahkan suspect-pun bukan.

"Tolong diluruskan ya," pinta Barita kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (1/2/2020) petang WIB.

Apa Itu Virus Corona?

Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.

Adapun virus ini berasal dari Kota Wuhan, China.

Sementara itu, gejala klinis yang dapat dikenali dari virus 2019-nCov antara lain, demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyerahkan paket Imlek kepada warga di Kantor Sekeretariat Perhakin, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Sabtu (18/1/2020) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRiSTO SEBASTIANUS MELANO)

Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie yakin dan percaya petugas imigrasi Indonesia sudah melakukan antisipasi dengan mengecek satu per satu warga yang datang dari luar negeri ke Indonesia.

Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

"Kalau sudah punya virus itu tentu dia tidak boleh masuk di Indonesia," kata Tjhai Chui Mie .

Halaman
1234

Berita Terkini