Imlek

Butuh Waktu 12 Jam Dikukus, Begini Cerita Pembuat Kue Keranjang yang Sudah Turun-temurun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Satu di antara pembuat kue keranjang di Jalan Kebangkitan Nasional, Kecamatan Pontianak Utara Chin Jhin Faa (51).

Tak hanya itu, dibantu empat pekerja yang juga masih kerabatnya juga memenuhi pemesanan kue keranjang dari luar Pontianak.

"Tiap tahun memang kayak gini buat kue keranjang. Tahun ini dapat order untuk cap go meh jadi kita terima lah dan buat lebih banyak," ujarnya.

Sebelumnya dirinya membuat kue keranjang untuk pesanan orang, nah saat ini dirinya bersama dengan rekananya mulai membuat kue keranjang untuk cap go meh.

"Sekarang dah mulai buat, karena mungkin belum cukup akan lanjut lagi setelah Imlek," ujarnya.

Kemahirannya dalam membuat kue keranjang didapatnya langsung secara turun temurun dari orangtuanya.

Sebab, di era saat ini sudah tak banyak orang yang bisa membuat kue keranjang dan lebih memilih membeli karena lebih praktis.

Menurutnya kualitas beras ketan juga sangat menentukan baik atau tidaknya kue keranjang.

Oleh karena itu, sebelum beras ketan di rendam dan digiling menjadi tepung, Ia harus memastikan bahwa beras ketan memang dengan kualitas terbaik.

"Kalau pulutnya keras kue nya tak bagus. Begitu juga gulanya harus bagus semua," ujarnya.

Tak hanya itu, kualitas api saat mengukus kue juga sangat menentukan.

Jika apinya tidak baik maka hasilnya juga tidak akan sesuai harapan.

Untuk tetap merawat cita rasa yang khas, proses pemanggangan tidak menggunakan gas tapi tetap dengan tungku kayu bakar

Semua takaran harus presisi.

Jika tepungya satu kilo, gula dan airnya juga satu kilo.

Semua sudah ada takaranya.

Halaman
123

Berita Terkini