KUBU RAYA - Masyarakat Kalimantan Barat yang sebelumnya merupakan warga transmigrasi dan telah mendiami pulau borneo sejak 1972 silam.
Kali ini kembali hadir bertatap muka dalam Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-69 di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Sabtu (7/12/2019).
Ketua Makarti Muktitamaa Transmigrasi (MTT) Kalimantan Barat Joko Sidik Pramono mengatakan peringatan HBT sengaja digelar.
Agar warga transmigran di Kalimantan Barat tidak melupakan perjuangan para perintis transmigrasi sebelumnya.
• Masyarakat Transmigrasi Harapkan Tidak Ada Lagi Lahan Transmigrasi yang Tidak Bersertifikat
Menurutnya, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kalimantan Barat pada 45 tahun lalu.
Ia mengingatkan beratnya perjuangan para perintis yang bahkan membutuhkan waktu hingga satu dekade.
Khususnya untuk menyebarkan warga transmigran secara merata di beberapa wilayah di Kecamatan Rasau Jaya.
"Oleh pemerintah pusat penempatan warga transmigran di Rasau Jaya dianggap berhasil."
"Sehingga sejumlah daerah di Kalimantan Barat pun ikut mengusulkan program transmigrasi," ungkapnya.
Berdasarkan data yang diperolehnya, hingga kini terdapat ratusan ribu kepala keluarga yang berstatus warga transmigrasi di Kalimantan Barat.
Inilah bukti dari keberhasilan program transmigrasi di Indonesia.
Mantan Dirjen Transmigrasi dan Sekjen Kementerian Desa PDTT ini mendorong agar program tersebut kembali dilanjutkan.
Dirinya meminta para kepala daerah untuk mengusulkan lagi program transmigrasi kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, transmigrasi adalah kebutuhan vital rakyat Indonesia.
"Ke depan program ini harus tetap ada. Karena berhasil, akhirnya mereka menyebar ke seluruh Kalbar."
"Seluruh Indonesia sudah 1,25 juta kepala keluarga yang ditransmigrasikan."
"Bahkan, Kubu Raya lebih dari 10 ribu KK. Saya harap pemda bisa mengusulkan transmigrasi kepada pemerintah pusat," pungkasnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak