Kalbar 24 Jam - Pelajar SMP Tenggelam, Demo Karyawan SBLI, hingga Aksi Tenaga Kesehatan RSUD Sambas
BERAGAM informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir di bulan Mei pekan ini sejak, Senin (20/5/2019).
Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya Selasa (21/5/2019).
1. Mencuri di Menjalin, Pelaku Dikejar hingga Tertangkap di Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
Anggota Polsek Menjalin berhasil membekuk pelaku pencurian yang beraksi di satu diantara toko sembako yang ada di Kecamatan Menjalin beberapa waktu lalu.
Kapolsek Menjalin Iptu Teguh Pambudi menerangkan, untuk menangkap pelaku, ia menerjunkan tim unit Reskrim Polsek Menjalin dan berhasil melakukan penangkapan terhadap dua tersangka di daerah Sungai Kakap pada Jumat (18/5/2019) kemarin.
Penangkapan kedua tersangka ini pun dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Menjalin Bripka Wawan Suyanto bersama dua anggotanya Brigpol M Rozali dan Brigpol Oktavianto.
Baca: Bupati Citra: Kita Harus Katakan Anti Korupsi
Baca: Kriteria Seorang Pemimpin Menurut Pandangan Pemuda Sambas
Baca: Kemeriahan Sambut Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34 di Rumah Radank Pontianak
"Berdasarkan hasil penyelidikan tindak pidana curat tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Menjalin mendapatkan informasi tentang keberadaan yang diduga pelaku," cerita Kapolsek pada Senin (20/5/2019).
Lanjutnya lagi, sehingga diketahui terduga pelaku berada di Komplek Star Borneo Regency 3 No C-4, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
"Kemudian anggota berangkat mendatangi rumah tersebut, dan ditemukan diduga pelaku atas nama Ronaldo (17)," jelasnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>
2. Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Landak, Masih Dilakukan Pencarian
Seorang remaja tenggelam di Sungai Landak Gang Orde Baru, Jalan Yam Sabran, Kecamatan Pontianak Timur, Senin (20/5/2019).
Korban diketahui bernama Varen (14), kelas 1 SMP. Peristiwa terjadi sekira pukul 16.00 WIB, saat korban mandi bersama beberapa temannya di Sungai Landak, di Gang Orde Baru.
Saksi mata di lokasi kejadian sebut saja namanya Agi mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB
Baca: Bawaslu Kubu Raya Evaluasi Tahapan Pemilu 2019
Baca: FOTO: Pembukaan Gawai Dayak Kalbar ke-34 di Pontianak
Kala itu Ahi yang sedang memancing mendengar teriakan minta tolong dari sejumlah anak - anak yang sedang mandi tak jauh dari lokasinya memancing.
Kemudian ia bergegas menuju lokasi anak - anak itu mandi.
Saat itu, ia melihat ada 4 orang anak yang tenggelam, kemudian ia bersama sejumlah warga di lokasi segera menceburkan diri ke air dan menolong anak anak tersebut.
Namun nahas, satu orang anak di antaranya tidak dapat diselamatkan. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>
3. Baru Dilantik Jadi Direktur Rumah Sakit dr Johnson Langsung Buat Terobosan Baru
Sistem layanan kesehatan dengan membuka poli rawat jalan pada pagi dan sore hari bagi masyarakat pemegang Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai akan mampu mengatasi terjadinya penumpukan dan antrean pasien di Rumah Sakit Kota.
Hal ini disampaikan Dokter Johnson yang baru ditunjuk Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) RS Sultan Syarif Mohamad Akadrie yang merupakan RS Kota Pontianak ini. Gebrakan tersebut menurut Dokter Johnson guna memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat.
Dokter Johnson yang merupakan Spesialis Saraf yang juga berdinas di RSUD Kota Pontianak ini memiliki komitmen dan berbagai program guna meningkatkan kualitas layanan yang ada.
"Beberapa hal yang akan saya lakukan selaku Plt Direktur RS Kota Pontianak, sesuai dengan arahan Wali Kota Pontianak dalam hal ini Bapak Edi Rusdi Kamtono pada saya dan menugaskan untuk menjadi Kepala RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie," ucap Dokter Johnson, Sabtu (18/5) malam.
Untuk itu, ia akan melanjutkan segala tugas-tugas yang telah dilakukan pejabat sebelumnya dan ia tegaskan akan membuat beberapa regulasi terkait dengan pelayanan pada masyarakat Kota Pontianak secara khusus dan Kalbar umumnya.
Dijelaskannya, RS Kota Pontianak itu adalah RS yang sudah berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) artinya RS Kota Pontianak dalam menjalankan misinya itu berbentuk bisnis, di mana bisnis yang dijalankan adalah bisnis yang sehat dan tidak mencari keuntungan tetapi ada efisiensi dan ada efektifitas di dalam menjalankan tugas pelayanan pada masyarakat.
"Untuk itu, yang pertama kali saya lakukan adalah mengurai antrean layananan yang panjang di pagi hari. Mereka yang mengantre ini adalah rata-rata pasien rawat jalan," ucapnya.
Baca: Pemkab Kayong Utara Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Baca: Ini Agenda Edi Kamtono Direncanakan Hadiri Pembukaan Gawai Dayak
Baca: Bhayangkari Ranting Pontianak Timur Manfaatkan Ramadan Untuk Berbagi Kasih
Sebanyak 70 orang karyawan Sumber Batu Layang Indah (SBLI) yang produknya dikenal dengan Biskuit Cap Macan melakukan demonstrasi di Kantor SBLI Jalan Barito atau Depan Senghie Nomor 232, Senin (20/5/2019).
Demonstrasi dilakukan lantaran mereka dipecat oleh perusahaan pertanggal 6 April 2019 lalu.
Satu diantara perwakilan massa, Totok Santoso menegaskan bahwa pihaknya melakukan demonstrasinkarena adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan dan dianggap pihaknya tidak memenuhi hak-hak karyawan.
Baca: PT Peniti Sungai Purun Tampung Aspirasi dari Demo Karyawan dan Warga
Baca: Sepanjang 2019, 30 Kasus PHK Terjadi di Kota Pontianak
Pihaknya menuntut, uang PHK, uang THR serta gaji yang tidak dipenuhi oleh perusahaan.
"Kami sudah kerja puluhan tahun, tapi hak-hak kami tidak dipenuhi," ucap Totok Santoso. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>
5. Pencuri Sapi di Desa Semerangkai Diamankan Polisi, Ini Terduga Pelakunya
Tim Reskrim Polsek Kapuas di back up Anggota Polsek Rasau Jaya mengamankan terduga pelaku pencurian satu ekor sapi yang terjadi di kebun afdeling II Rimba Belian, Dusun Sungai Rosat, Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, di wilayah Rasau Jaya, Sabtu (18/5/2019).
“Terduga pelaku inisial SA (55), warga Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, ”kata Kapolsek Kapuas, Iptu Sri Mulyono, Senin (20/5/2019).
“Pelaku selanjutnya diamankan di Polsek Rasau Jaya dan di bawa ke Polsek Kapuas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ”tuturnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>
6. Ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Sambas Lakukan Aksi
Kurang lebih Seratusan orang tenaga medis, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sambasmelakukan aksi di halaman RSUD Sambas, Senin (20/5/2019).
Di agenda tersebut, mereka dijadwalkan menyampaikan beberapa tuntutan kepada pengelola rumah sakit.
Baca: IPNU-IPPNU Sekadau Kenalkan NU Lewat Pesantren Kilat
Baca: Fakta Dibalik Kasus Ayu Ting Ting yang Dituding Nyolong Foto, Akhirnya Terkuak Semua Kebenarannya!
Baca: Pastikan Aman, Piket SPKT Polres Landak Cek Tahanan