Berikut 5 Kabupaten Dengan Proyek dan Nilai Investasi Terbesar di Kalbar

Penulis: Tri Pandito Wibowo
Editor: Jamadin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung saat melihat informasi pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Sood Nomor 1, Pontianak

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat mencatat Kabupaten Sanggau menjadi kabupaten diurutan pertama dengan realisasi investasi sebesar Rp2,99 triliun atau 34 laporan proyek. Triwulan IV (periode Januari-Desember) tahun 2017 realisasi investasi Kalbar 2017 mencapai 116,74 persen dari target nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalbar, Junaidi mengatakan realisasi investasi Triwulan IV berdasarkan tambahan realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal(LKPM) online tercatat sebesar Rp19,96 triliun.

(Baca: Tjhai Chui Mie: Imlek Tahun Ini Ada Yang Masakin, Rasanya Luar Biasa Enak )

Realisasi tambahan PMDN berdasarkan sektor usaha 5 terbesar, diantaranya Tanaman Pangan dan Perkebunan sebesar Rp8,83 triliun dengan 135 laporan proyek, Industri Makanan Rp1,56 triliun dengan 105 laporan proyek, Listrik, Gas dan Air sebesar Rp1,26 triliun dengan 6 laporan proyek, Perdagangan dan Reparasi Rp446,71 miliar, dengan 38 laporan proyek dan jasa lainnya sebesar Rp162,57 miliar, dengan 5 laporan proyek.

"Realisasi berdasarkan 5 lokasi proyek terbesar, pertama Kabupaten Sanggau Rp2,99 triliun, 34 laporan proyek, Kabupaten Landak Rp2,69 triliun, 14 laporan proyek, Kabupaten Mempawah Rp2,29 triliun, 31 laporan proyek, Kabupaten Kubu Raya Rp1,20 triliun, 114 laporan proyek, Kabupaten Sintang Rp1,16 triliun, 43 laporan proyek," ujar Junaidi Jumat, (16/2/2018).

Angka realisasi investasi Kalbar mencapai 116,74 persen dari target nasional sebesar Rp17,1 triliun atau mencapai 107,27 persen dari target yang di tetapkan didalam RPJMD yaitu sebesar Rp18,61 triliun. Junaidi mengatakan apabila dibandingkan dengan target realisasi investasi nasional yang ditetapkan oleh Pemprov sebesar Rp17,1 triliun, angka target realisasi investasi untuk Kalbar memberikan kontribusi sebesar 2,52 persen dari keseluruhan target realisasi nasional.

"Berdasarkan sektornya jumlah tambahan laporan proyek yang turut berkontribusi sebanyak 413 laporan proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang didominasi oleh sektor primer dari bidang usaha Tanaman Pangan dan Perkebunan, dengan jumlah laporan yang diterima sebanyak 135 laporan proyek dengan tambahan nilai realisasinya mencapai Rp8,83 triliun," ujar Junaidi.

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) jumlah laporan yang diterima sebanyak 636 laporan proyek yang didominasi oleh sektor primer dari bidang usaha Tanaman Pangan dan Perkebunan serta sektor sekunder dari bidang usaha Industri Makanan yakni masing-masing sebanyak 196 laporan proyek dan 176 laporan proyek dengan tambahan nilai realisasi sebesar 419,77 juta dolar AS atau senilai Rp5,59 triliun.

Kontribusi Kabupaten
Nilai investasi PMDN Provinsi Kalbar yang mengalami percepatan tersebut, secara nasional capaiannya cukup menggembirakan, realisasi PMDN sebesar Rp12,38 triliun berada pada peringkat 6 Nasional dan realisasi PMA sebesar Rp7,58 triliun berada pada peringkat 17.

Sedangkan realisasi tambahan PMA berdasarkan 5 sektor usaha terbesar diantaranya, Tanaman Pangan dan Perkebunan 299,720 dolar AS dengan 196 laporan proyek, Industri Makanan 120,035 dolar AS dengan 176 laporan proyek, Listrik, Gas dan Air 55,414 dolar AS, dengan 31 laporan proyek,Pertambangan 36,868 dolar AS dengan 36 laporan proyek, Kehutanan 17,024 dolar AS dengan 27 laporan proyek.

Realisasi berdasarkan 5 lokasi proyek terbesar, pertama Kabupaten Ketapang 207,564 dolar AS dengan 252 laporan proyek, Kabupaten Sanggau 98,738 dolar AS dengan 68 laporan proyek, Kabupaten Landak 71,697 dolar AS dengan 63 laporan proyek, Kabupaten Sintang 59,134 dolar AS dengan 59 laporan proyek, dan Kabupaten Bengkayang 54,873 dolar AS dengan 14
laporan proyek.

Adapun besaran kontribusi capaian realisasi investasi Periode Januari-Desember Tahun 2017 untuk masing-masing kabupaten kota, kontribusi tambahan realisasi terbesar, Kabupaten Sanggau sebesar Rp4,31 triliun atau sebesar 21,62% terdiri dari PMDN sebesar Rp2,99 triliun dan PMA sebesar Rp1,32 triliun, Kabupaten Landak sebesar Rp3,65 triliun atau 18,28% terdiri dari PMDN sebesar Rp2,70 triliun dan PMA sebesar Rp953,72 miliar.

Kabupaten Ketapang sebesar Rp3,56 triliun atau 17,85%, terdiri dari PMDN sebesar Rp794,11 miliar dan PMA sebesar Rp2,77 triliun, Kabupaten Mempawah sebesar Rp2,38 triliun atau 11,94%, terdiri dari PMDN sebesar Rp2,29 triliun dan PMA sebesar Rp91,46 miliar, Kabupaten Sintang sebesar Rp1,94 triliun atau 9,75% terdiri dari PMDN sebesar Rp1,16 triliun dan
PMA sebesar Rp787,23 miliar,

Sedangkan realisasi proyek di Kabupaten Kubu Raya berkontribusi sebesar Rp1,24 triliun atau 6,21%terdiri dari PMDN sebesar Rp1,20 triliun dan PMA sebesar Rp33,65 miliar, Kabupaten Bengkayang Rp734,21 miliar atau 3,68% yang secara keseluruhan terdiri PMA sebesar Rp734,21 miliar, Kabupaten Sambas sebesar Rp670,86 miliar atau 3,36% terdiri dari PMDN sebesar Rp225,26 miliar dan PMA sebesar Rp445,60 miliar.

Halaman
12

Berita Terkini