Buku Bersampul Kulit Manusia Masih Tersimpan di Universitas Harvard

Bill mengatakan, berdasarkan analisis data, sangat kecil kemungkinannya sampul buku itu tidak berasal dari kulit manusia

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebuah buku berjudul Des destinées de l’ame (Takdir Jiwa) bersampul kulit manusia masih tersimpan di  Universitas Harvard di Amerika Serikat. 

Buku terbitan tahun 1880-an tersebut berada di Harvad sejak tahun 1930. Namun, baru minggu lalu pihak universitas itu mengonfirmasi bahwa sampul buku tersebut berbahan kulit manusia.

Bill Lane, Direktur Laboratorium Spektrometri Massa dan Sumber Protein di Harvard, melakukan analisis peptida pada sampul buku.

Pertama, ilmuwan mengidentifikasi apakah peptida yang ada pada sampul tersebut merujuk pada protein pada kulit manusia.

Langkah selanjutnya, ilmuwan melakukan analisis untuk mengetahui bagaimana peptida itu terbentuk sehingga bisa dikonfirmasi bahwa hanya manusia yang bisa membentuknya.

Diberitakan The Verge, Rabu (4/6/2014), riset mengungkap bahwa benar sampul buku itu terbuat dari kulit manusia. 

Bill mengatakan, berdasarkan analisis data, sangat kecil kemungkinannya sampul buku itu tidak berasal dari kulit manusia.

Kini, buku itu menjadi satu-satunya buku di Harvard yang bersampul kulit manusia. Sebelumnya diduga ada dua buku lain, tetapi terungkap bahwa keduanya bersampul kulit domba.

Buku bersampul kulit manusia adalah hal umum hingga abad ke-15. Tujuan penyampulan dengan kulit manusia di antaranya adalah untuk mengenang kematian sosok tertentu.

Buku lain yang juga bersampul kulit manusia adalah Severin Pineau’s De integritatis & corruptionis Virginum Notis, disimpan di Wellcome Library.

Des destinées de l’ame sendiri bersampul kulit seorang perempuan yang menderita gangguan mental. Perempuan itu meninggal akibat stroke dan tak ada yang mengakui jasadnya. 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved