Pemerintah AS Tentang Pelelangan Barang Peninggalan Suku Apache
Prancis menjadi salah satu negara yang menandatangani kesepakatan tersebut dan juga telah meratifikasinya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PARIS - Pemerintah dan aktivis Amerika Serikat (AS) menentang pelelangan benda peninggalan milik suku Apache Hopi dan San Carlos.
Kedutaan Besar Amerika Serikat telah meminta pemerintah Prancis menangguhkan penjualan topeng seremonial, gaun dan benda-benda lainnya peninggalakan suku Apache Hopi dan San Carlos.
Barang-barang itu dipakai oleh penari selama upacara keagamaan suku Apache Hopi dan San Carlos, dimana dianggap sangat sakral.
Dalam sebuah surat kepada rumah lelang EVE, kedutaan AS meminta penundaan lelang hingga barang-barang itu selesai diidentifikasi di bawah konvensi tentang Ekspor dan Transfer Kepemilikan Properti Budaya UNESCO di tahun 1970.
Prancis menjadi salah satu negara yang menandatangani kesepakatan tersebut dan juga telah meratifikasinya.
Konvensi ini bertujuan untuk memerangi perdagangan gelap benda budaya di seluruh dunia .
Tapi EVE mengatakan pihaknya telah mengikuti hukum yang berlaku. "Penjualan tersebut berlangsung dengan cara yang sepenuhnya mengikuti hukum yang berlaku," kata juru lelang EVE, Alain Leroy dalam sebuah pernyataan.
Penjualan artefak suci India telah dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 1990. (channelnewsasia.com)