Gemilang Budaya Kalbar 2025 Pererat Persatuan Lewat Warisan Tradisi 

Gemilang Budaya Kalbar 2025 diharapkan tak hanya menghidupkan kembali khazanah tradisi, tetapi juga mempererat persatuan di tengah masyarakat majemuk.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
GEMILANG BUDAYA KALBAR - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita membuka resmi Event tahunan Gelaran Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025, di Halaman Museum Kalbar, pada Jumat 8 Agustus 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita membuka resmi Event tahunan Gelaran Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025, di Halaman Museum Kalbar, pada Jumat 8 Agustus 2025.

Event kebudayaan ini pun sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus wujud nyata pelestarian budaya daerah, yang memadukan pesona tradisi, sejarah, dan semangat kebangsaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Rita Hastarita, mengatakan rangkaian acara ini digelar hingga 16 Agustus 2025 mendatang.

“Mulai hari ini (kemarin), berbagai event kita hadirkan. Ada pameran objek kebudayaan, lomba permainan tradisional, hingga pentas seni yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis,” ujarnya.

Hari pertama, pengunjung sudah disuguhi 20 stan pameran yang memamerkan beragam tradisi, tenun, serta benda bernilai budaya khas Kalbar. Lomba permainan tradisional seperti pangka gasing dan terompah panjang pun langsung memancing antusiasme warga.

“Masyarakat umum dan pelajar boleh ikut, atau sekadar menonton di Museum dan ada pameran temporer yang kita hadirkan,” kata Rita.

Salah satu agenda yang menjadi magnet adalah Pameran Temporer Wastra Begesah, hasil kolaborasi UPT Museum Kalbar dengan Museum Pleret Yogyakarta.

Pameran ini tidak sekadar menampilkan kain dan artefak, tetapi juga menarasikan sejarah hubungan dagang antara Kerajaan Mataram Islam dengan Sukadana di Kalbar pada masa lampau.

Baca juga: UMKM Binaan Rumah BUMN Pontianak Tampilkan Produk Kreatif di Gemilang Budaya Kalbar

“Kami ingin menggali kembali sejarah, menunjukkan bahwa sejak zaman dulu hubungan antarpulau di Indonesia sudah terjalin erat,” jelas Rita.

Gemilang Budaya Kalbar 2025 diharapkan tak hanya menghidupkan kembali khazanah tradisi, tetapi juga mempererat persatuan di tengah masyarakat majemuk.

“Bukan sekadar hiburan, ini adalah cara kita merawat identitas budaya dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” tutup Rita.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Soni Saifudin, menambahkan, koleksi yang dibawa dari Yogyakarta mencakup peninggalan Mataram Islam, termasuk produk pertanian dan kain, yang dahulu menjadi komoditas dagang ke Kalbar.

“Pameran ini adalah jembatan persahabatan antara DIY dan Kalbar, juga peluang pengembangan museum,” tuturnya.

Pameran ini dikemas modern. Ada permainan jemparingan (panahan) virtual, mini museum dengan peta hologram, hingga informasi interaktif yang memuat tokoh dan cerita sejarah. Bahkan, ikon kuliner khas DIY seperti sate klatak ikut diperkenalkan dalam narasi warisan budaya takbenda (WBTb).

Selain pameran, agenda lain Gemilang Budaya Kalbar 2025 meliputi, Karnaval Budaya dan Lomba Parade Busana Adat (10 Agustus) dengan lebih dari 2000 peserta dari OPD, BUMD, lembaga adat lintas etnis, sanggar seni, komunitas, dan sekolah.

Lomba Tari Kreasi dan Kuliner, Pentas Seni Budaya perwakilan kabupaten/kota, serta Pameran Objek Pemajuan Kebudayaan. Lomba Tarung Puisi (15–16 Agustus) di Taman Budaya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved