Helikopter Waterbombing Sebabkan Rumah Warga Rusak, Koordinator Helikopter Minta Maaf
Satu anak dari keluarga ini yakni Aurel (12) juga menjadi korban, karena tertimpa bahan bagian dari bagian bangunan rumah kapal motor air.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Helikopter Waterbombing Teddy, menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan setelah diterpa angin kencang dari helikopter waterbombing yang sedang mengambil air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rumah warga tersebut, berada di tepian Sungai Ambawang di Dusun Bale, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
“Saya sampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga untuk tindakan ini”ucap Teddy usai menyerahkan ganti rugi terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh helikopter waterbombing, kepada warga Desa Durian tersebut, pada Kamis 13 Juli 2025.
Sebagai Koordinator Helikopter, Teddy menegaskan pihaknya sudah membrifing lebih tegas kepada kru yang bertugas.
“Kita sampaikan bahwasanya pada saat waterbombing ini kita lakukan yang benar-benar safety, dengan menjauh dari permukiman warga saat mengambil air haris melihat situasi dan kondisi,”ujarnya.
Kedatangan Teddy pun turut didampingi BPBD Kalbar diwakili oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalbar, Novel Umar dan Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel.
Pertemuan ini juga melibatkan BPBD Kabupaten Kubu Raya, Camat Sungai Ambawang, aparat desa, dan Babinsa setempat.
Bahkan setelah pertemuan ini , yang selesai sekitar pukul 12.00 WIB, Tedy dan Tim akan kembali menerbangkan helikopter waterbombing , karena memang ada titik api yang susah dijangkau dan tidak ada sumber mata air yang dekat dengan lokasi tersebut.
Sehingga harus memerlukan penyiraman air dari udara.
Berdasarkan pantauan dilapangan adapun bagian rumah yang terpantau rusak, yakni bagian atap yang terbawa angin dibagian depan rumah. Selain itu, bagian atap daun dari rumah kapal motor air yang berada disamping rumah utama, yang juga terbawa angin helikopter.
Baca juga: Kerusakan Rumah Akibat Helikopter Waterbombing di Kubu Raya, Diselesaikan secara Kekeluargaan
Satu anak dari keluarga ini yakni Aurel (12) juga menjadi korban, karena tertimpa bahan bagian dari bagian bangunan rumah kapal motor air.
Yang mengakibatkan memar dibagian kaki, dan bagian punggung dan bahu, yang juga tergores paku. Namun atas kejadian ini, tidak ada yang terluka parah.
Usai pertemuan pihak keluarga dan pihak Koordinator Helikopter yang difasilitasi BPBB Kalbar, atas kejadian ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Aurelia (12) menceritakan awalnya kenapa ia bisa tertimpa bahan bangunan rumah tersebut, sebab dirinya sedang baring-baring di teras rumah.
“Nah tiba-tiba lihat helikopter turun di dekat rumah lalu tumbang (rumah motor air yang menggunakan atap daun), lalu mau bekejar sudah tidak bisa dan sudah terhalang rumah,”ujarnya.
| Awas! 213 Kasus Suspek DBD di Mempawah, Capai 213 Hingga Minggu ke-15 |
|
|---|
| Jaga Toleransi, Pontianak Raih Penghargaan Nasional Zona Konsolidasi Indeks Kota Toleran |
|
|---|
| Momentum Hari Kartini, Perempuan Kalbar Didorong Melek Literasi dan Mandiri |
|
|---|
| Pelajar SMK Mudita Singkawang Takjub Lihat Tumpukan Beras di Gudang Bulog |
|
|---|
| Perum Bulog Kancab Kota Singkawang Gelar Eduwisata Study Tour |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ANG-GI-TAAA-310725.jpg)