Siswa MAN 1 Sintang Tenggelam

Ibu Ridho Bersyukur Anak Selamat, Tapi Tak Kuasa Tahan Tangis untuk Ali Akbar

Puluhan Warga Desa Sungai Ana, Sintang, Kalimantan Barat ikut terlibat dalam upaya pencarian terhadap Ali Akbar yang tenggelam di Sungai Melawi.

|
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
WARGA TENGGELAM - Elly Kurniawati berkali-kali mengucap syukur. Anaknya, Muhammad Rasyid Ridho lolos dari maut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Elly Kurniawati berkali-kali mengucap syukur. Anaknya, Muhammad Rasyid Ridho lolos dari maut.

Dibalik rasa syukur itu, Elly merasa sangat berduka karena Ali Akbar, teman sekelas anaknya hilang tenggelam di Sungai Melawi hingga kini belum ditemukan. Tim SAR Gabungan bersama warga Desa Sungai Ana masih melakukan pencarian.

"Saya pribadi satu sisi Alhamdulillah anak selamat. Tapi saya sedih dengan kondisi orangtua Ali. Apa rasanya kalau seandainya saya yang diposisi ibu Ali," kata Elly ditemui di kediamanya, di Gang Gamajaya, Sintang, Rabu 30 Juli 2025.

Muhammad Rasyid Ridho terkapar lemas di atas pasir. Momen itu, terekam kamera warga.

Ridho, mengenakan celana pendek. Bertelanjang dada.

Ridho berhasil terselamatkan setelah sempat berusaha menolong Ali Akbar bersama teman-temannya. Sayangnya, upaya gagal. Tubuhnya bahkan nyaris tenggelam terseret arus deras Sungai melawi.

"Ridho dan temannya sudah berusaha narik tapi lepas terus. (Tangan) Ridho dipegang sama Ali, sama- sama pegangan. Posisi Ridho terseret. Ridho lemas. Kalau gerak terus, kan, pasir ngisap. Arus dibawah itu kuat. Yang bisa berenang saja terseret. Ditarik lepas terus," kata Elly menceritakan kembali detik detik anaknya nyaris tenggelam terseret arus sungai melawi.

Sebelum dilaporkan tenggelam di Sungai Melawi, tepatnya di Rt 1, Desa Sungai Ana, Ali Akbar  temannya termasuk Ridho bermain bola di daratan pasir timbul akibat kemarau yang menyebabkan debit Sungai melawi surut.

Baca juga: KISAH Sahabat MAN 1 Sintang! Ridho Kembali Pulang, Ali Tak Pernah Tiba: Duka Membelah Sungai Melawi

Sejak sepekan terakhir, lokasi tenggelamnya Ali Akbar menjadi objek wisata dadakan. Ratusan warga Sintang menikmati bermain pasir yang muncul ke permukaan dari Sungai Melawi yang surut.

Setelah bermain pasir, Ali Akbar bersama temannya ingin menyebrang dari pasir sisi tepi ke tengah dengan jarak sekitar 10 meter dengan kedalaman air setinggi dada orang dewasa.

"Pada saat mereka berjalan menyebrang yang mana korban berada di belakang, korban tiba tiba menarik Dawy dan Arif karena korban terperosok pasir yang dalam. Namun pegangan korban terlepas dan Dawy dan Arif," ungkap Kapolres Sintang melalui Kapolsek Sintang Kota Iptu Heru Woldy kepada Tribun Pontianak, Rabu 30 Juli 2025.

Arif, teman Ali berteriak meminta tolong. Kemudian Ridho dan Ibnu yang telah berada di depan kembali untuk membantu namun korban telah tenggelam kemudian teman korban memberitahukan kepada orang sekitar untuk meminta bantuan.

Saat kejadian, Elly berada di rumah. Anaknya, Ridho cukup lama merespon pesan WA maupun panggilan.

"Waktu pas kejadian saya di rumah. Sedari sore kan saya hubungi, gak masuk, saya wa centang satu. Terus dihubungi sampai jam 5 lewat. Udah centang 2 tapi belum kebaca. Terus saya coba telpon berkali-kali kali hingga ke sekian kalinya diangkat, tapi bukan dia yang angkat. Kawannya perempuan," ungkap Elly.

Elly bingung. Juga syok. Terdengar suara minta tolong dari sambungan telepon WA.

"Saya bingung kok yang angkat perempuan. Dia bilang, 'Bu tolong bu, susul ke sini'. Saya syok Terus saya tanya, Ridho kenapa?. Mereka jawab, '
Ridho udah lemas, hampir tenggelam'," kata Elly.

Setelah mendapat kabar tersebut, Elly meminta keluarganya untuk menyusul Ridho ke Sungai Ana.

"Anaknya masih trauma. Nangis. Saya ndak berani tanya-tanya. Pokoknya sampai rumah kami mandikan. Saya Bilang, udah Ridho ndak apa-apa. Ndak ada yang nyalahkan Ridho. Ridho pun sudah berusaha menolong. Wajahnya ada rasa bersalah," ungkap Elly.

Warga Kompak Bantu Pencarian

Puluhan Warga Desa Sungai Ana, Sintang, Kalimantan Barat ikut terlibat dalam upaya pencarian terhadap Ali Akbar yang tenggelam di Sungai Melawi.

Sejak Ali Akbar dilaporkan tenggelam, puluhan warga merasa terpanggil dan ikut dalam pencarian bersama tim SAR gabungan sejak Selasa Sore hingga malam hari.

Berbagai upaya pencarian dilakukan oleh warga. Mulai dari menyisir permukaan Sungai melawi, hingga menyelam ke dasar sungai menggunakan kompresor.

"Apapun upaya kami lakukan sampai pakai kompresor buat nyelam, sampai sekarang belum ketemu," kata Taufik, Ketua Rt 1, Desa Sungai Ana kepada Tribun Pontianak.

Pencarian hari kedua, tim SAR gabungan bersama warga Sungai Ana memperluas radius pencarian. Tim menyisir hingga ke Hilir Sungai.

Taufik memperkirakan, ada lebih dari 30 orang warga Sungai Ana yang terlibat dalam pencarian Ali Akbar. Mereka juga patungan uang untuk membeli konsumsi.

Menurut Taufik, warga Sungai Ana sangat kompak.

"Kami sudah terbiasa. Tanpa perlu diminta. Kami ndak akan putus asa sampai dia ketemu  sampai kapanpun. Warga Sungai Ana ndak akan berhenti mencari, mudah-mudahan segera ketemu," harap Taufik. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved