HKG PKK ke 53 di Landak Resmi Ditutup, Gubernur Sebut Peran Ibu Sangat Penting Penrunan Stunting

Dalam kompetisi antar daerah yang menjadi bagian dari perhelatan ini, Kota Pontianak berhasil keluar sebagai juara umum, disusul oleh

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON
HKG PKK - Gubernur Kalbar Ria Norsan saat penutupan HKG PKK ke 53 di Aula Kantor Bupati Landak pada Jumat 25 Juli 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Upacara puncak penutupan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 53 tingkat Provinsi Kalimantan Barat berlangsung meriah di Aula Besar Kantor Bupati Landak pada Jumat 25 Juli 2025 pagi. 

Acara ini menjadi puncak rangkaian kegiatan PKK se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan selama empat hari tiga malam di Kabupaten Landak.
 
Acara penutupan turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ketua TP PKK Kalimantan Barat, Wakil Bupati Landak, para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Barat, jajaran Forkopimda Kabupaten Landak, serta seluruh kader PKK dari berbagai Kabupaten/Kota.
 
Sebagai bagian dari seremoni, dilakukan pemotongan tumpeng nasi kuning oleh Ketua TP PKK Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan, yang kemudian diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Barat, Wakil Bupati Landak, serta Ketua TP PKK Kabupaten Landak.
 
Dalam kompetisi antar daerah yang menjadi bagian dari perhelatan ini, Kota Pontianak berhasil keluar sebagai juara umum, disusul oleh tuan rumah Kabupaten Landak di posisi kedua.

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Kegiatan BBGRM ke XXII di Kabupaten Landak

Serta Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Ketapang masing-masing di peringkat ketiga dan keempat. Adapun untuk pelaksanaan HKG PKK ke 54 tahun depan, akan digelar di Kabupaten Kubu Raya.
 
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif PKK dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penanggulangan stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
 
“PKK banyak bersentuhan langsung dengan keluarga melalui Posyandu. Ini sangat membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan IPM. Peran ibu dalam keluarga sangat penting, karena dari ibu lah lahir generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Gubernur.
 
Gubernur juga menegaskan bahwa peningkatan IPM menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan, dengan target Kalbar dapat naik ke posisi 15 secara nasional. Upaya konkret untuk itu, antara lain melalui bantuan biaya pendidikan bagi siswa SMA swasta dari keluarga kurang mampu.
 
“Jika SMA negeri sudah bebas biaya, maka kini kita mulai bantu SMA swasta, terutama yang jumlah siswanya di bawah 200 orang. Ini langkah awal untuk menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved