Breaking News

Bincang BINGKE Soedarso : Kasus Stroke Meningkat, dr Dyah Ingatkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Menurut dr Dyah, stroke terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen dan glukosa ke otak terganggu.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
KASUS STROKE - dr Dyah Roshinta Laksmi Dewi, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi RSUD dr Soedarso. Ia menjelaskan Stroke merupakan penyakit serius yang terjadi akibat terganggunya suplai darah ke otak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - dr Dyah Roshinta Laksmi Dewi, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi RSUD dr Soedarso menjelaskan Stroke merupakan penyakit serius yang terjadi akibat terganggunya suplai darah ke otak.

Hal itu disampaikannya pada program Triponcast edisi Bincang Informasi Pelayanan Kesehatan (BINGKE) Soedarso, yang disiarkan live di akun Youtube Tribun Pontianak.

Menurut dr Dyah, stroke terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen dan glukosa ke otak terganggu.

Kondisi ini kemudian menimbulkan tanda klinis berupa defisit neurologis, baik yang bersifat fokal maupun global. 

“Pasien yang mengalami gangguan pembuluh darah ke otak secara tiba-tiba akan mengalami serangan stroke berupa kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau kehilangan ingatan,” ujarnya.

Data RSUD dr Soedarso mencatat peningkatan jumlah pasien stroke yang dirawat dari tahun ke tahun. Pada 2012, sebanyak 570 pasien dirawat akibat stroke. Jumlah ini meningkat menjadi sekitar 700 pasien pada 2020 dan melonjak drastis menjadi 1.100 pasien pada tahun 2022.

“Angka ini menunjukkan tren peningkatan kasus stroke yang cukup signifikan,” tambahnya.

Stroke terbagi menjadi dua jenis, yakni stroke iskemik atau sumbatan pada pembuluh darah otak, dan stroke hemoragik atau pecahnya pembuluh darah di otak. Keduanya memiliki gejala dan penanganan yang berbeda, namun sama-sama memerlukan perhatian serius.

Gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama penyebab stroke. Pola makan tinggi lemak dan garam, konsumsi makanan berpengawet, serta kurangnya asupan serat dan vitamin sangat memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Baca juga: Deteksi Dini Stroke Kini Makin Canggih, RSUD Soedarso Hadirkan Teknologi Terkini 

“Tidak ada makanan yang benar-benar dilarang, namun harus dikonsumsi dalam porsi yang seimbang. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, serta tambahan serat, vitamin, mineral, dan susu,” jelas dr Dyah.

Serangan stroke biasanya terjadi secara akut atau tiba-tiba. Saat pasien tiba di rumah sakit, tim medis akan melakukan penilaian lanjutan. Jika gejala berlangsung lebih dari 24 jam, kondisi tersebut disebut stroke.

Namun jika kurang dari 24 jam, maka disebut serangan iskemik sesaat atau transient ischemic attack (TIA). Tingkat keparahan stroke dinilai berdasarkan kelemahan fisik motorik pasien dan hasil CT Scan.

Gejala utama stroke adalah kelemahan pada satu sisi tubuh dan penurunan kemampuan sensorik.

“Jika seseorang merasakan rangsangan nyeri yang berbeda pada satu sisi tubuh, itu merupakan tanda stroke. Penanganan harus segera dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Untuk stroke hemoragik, gejalanya bisa berupa sakit kepala yang muncul secara mendadak dan sangat hebat, bahkan lebih parah dibanding sakit kepala yang pernah dialami sebelumnya. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan tekanan dalam otak meningkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved