Kalender 2025

Tanggal 1 Agustus 2025 Memperingati Apa Saja? Ada Hari Kanker Paru-Paru Sedunia

Hingga awal abad ke-20, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian terkait kanker pada pria di lebih dari 25 negara.

|
Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.com
KALENDER 2025 -- Grafis kalender tahun 2025 yang diupload Selasa (1/7/2025). Setiap tanggal 1 Agustus dirayakan sebagai Hari Kanker Paru-Paru Sedunia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Inilah deretan hari besar nasional dan internasional yang diperingati setiap bulan Agustus

Diantaranya adalah pada tanggal 1 Agustus 2025 diperingati sebagai hari apa?

Berikut adalah hari besar nasional dan internasional yang diperingati pada tanggal 1 Agustus 2025:

Tanggal 31 Juli 2025 Memperingati Apa Saja? Ada Hari Penjaga Hutan Sedunia

Hari Kanker Paru-Paru Sedunia

Setiap tanggal 1 Agustus dirayakan sebagai Hari Kanker Paru-Paru Sedunia.

Penyakit kanker yang menyerang organ paru-paru diyakini sudah ada dari ratusan tahun lalu. 

Hingga awal abad ke-20, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian terkait kanker pada pria di lebih dari 25 negara.

Sementara dalam taraf dunia hingga saat ini kanker paru-paru menjadi penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita.

Salah satu penyebab utama kanker paru-paru yakni kebiasaan merokok. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1940-an dan 1950-an menunjukkan bukti kuat yang menghubungkan kanker paru-paru dengan merokok karena efek buruk nikotin dan tembakau.

Dengan adanya hari ini diharapkan banyak perokok sadar bahwa efek buruk merokok bisa menyebabkan kanker paru-paru sehingga mengurangi dan menghilangkan kebiasaan merokok.

Hari Bebas Anak Internasional

Setiap tanggal 1 Agustus juga diperingati sebagai Hari Bebas Anak Internasional atau yang dikenal dengan childfree.

Meskipun hampir semua pasangan yang menikah mendambakan hadirnya anak namun tidak sedikit pula pasangan yang tidak menginginkan anak.

Banyak faktor yang membuat pasangan memiliki prinsip childfree. Seperti, populasi manusia yang sekarang lebih tinggi dari sebelumnya, biaya hidup yang semakin meningkat, hingga masalah menjaga mental seorang istri. 

Meskipun begitu, keinginan punya atau tidak punya anak harus dihargai masing-masing individu. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved