Forspek Pontianak Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional Ketapel
Ia juga mengakui bahwa minat terhadap permainan ini di Pontianak masih tergolong rendah, terutama di kalangan generasi muda.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Permainan ketapel, yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Kalimantan Barat, kini mulai bangkit kembali melalui inisiatif Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek) Kota Pontianak.
Ketua Forspek Pontianak, Farhan, menjelaskan bahwa permainan ketapel sudah masuk dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) sejak 2021 dan berada di bawah naungan Kormi dengan nama Forspek.
"Di Kota Pontianak sendiri, Forspek baru terbentuk pada Mei 2025 dan saat ini masih berstatus sebagai anggota belum penuh di KORMI Kota Pontianak,” ujar Farhan kepada TribunPontianak.co.id, Selasa, 24 Juni 2025.
Farhan menyebut ketapel sebagai permainan tradisional yang telah lama mengakar di masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Namun hingga kini, belum tersedia wadah kejuaraan yang terstruktur bagi para penggiatnya.
“Kehadiran Forspek diharapkan mampu menyelenggarakan kompetisi resmi yang difasilitasi KORMI dan organisasi kami sendiri. Tujuannya agar olahraga ini menjadi lebih terarah, terukur, serta dapat melahirkan atlet-atlet ketapel dari tingkat daerah hingga nasional,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa minat terhadap permainan ini di Pontianak masih tergolong rendah, terutama di kalangan generasi muda.
“Permainan ini dulu lebih populer di kalangan orang tua. Sekarang, kami hadir untuk memberi warna baru dalam olahraga masyarakat sekaligus menghidupkan kembali budaya lokal,” tambahnya.
Meskipun belum banyak diminati, Farhan menegaskan permainan ketapel tidak punah.
“Permainannya masih ada, hanya belum terarah karena belum ada lembaga yang menaungi. Maka, kami membentuk Forspek untuk mengayomi para pecinta ketapel agar bisa berkembang dan berkompetisi,” katanya.
Baca juga: Manajemen Tribun Pontianak Silahturahmi Bersama Anggota DPR RI Paolus Hadi
Forspek juga menargetkan keikutsertaan dalam berbagai ajang nasional dan internasional. Farhan menyebut sejumlah kejuaraan internasional kerap digelar di Beijing (China), Sarawak, dan Sabah (Malaysia).
“Kami berharap ke depannya atlet dari Pontianak bisa turut serta,” tuturnya.
Sementara itu, untuk tingkat nasional, pada Juli mendatang akan digelar Pekan Olahraga Nasional (Pornas) yang diselenggarakan oleh KORMI di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kalimantan Barat juga berencana menggelar Festival Olahraga Provinsi (FOPROV) di Ketapang pada 2026. Forspek akan berpartisipasi sebagai peserta penuh,” ujarnya.
Selain aspek pelestarian budaya, permainan ketepil juga memiliki manfaat bagi kesehatan.
“Ketepil dapat melatih konsentrasi, insting, akurasi pandangan, dan tentunya bagus untuk kebugaran fisik. Ini jadi sarana olahraga murah dan efektif, apalagi bagi kita yang sudah berumur,” kata Farhan.
| DPRD Kubu Raya Nilai Antisipasi Karhutla Sudah Perlu Dilakukan Sejak Dini Menjelang Kemarau |
|
|---|
| DPRD Soroti Hambatan Investasi di Kayong Utara, Minta Pemda Bertindak Tegas |
|
|---|
| Sebanyak 15 CJH Asal Sanggau Dijadwalkan Berangkat 4 Mei Mendatang |
|
|---|
| Excavator Picu Jembatan Ambruk di Singkup Ketapang, Akses Warga Lumpuh |
|
|---|
| Anggaran Naik, Program Bedah Rumah Pontianak Fokus Tuntas, Meski Unit Lebih Sedikit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tri-pan-di-240625.jpg)