Piala AFF U23

Kelemahan Tim di Grup B Piala AFF U-23 2025, Peluang Indonesia Lebih Terbuka?

Menyimak kelemahan masing-masing tim di Grup B Piala AFF U-23 2025 menjadi penting untuk membaca peta persaingan turnamen.

YouTube Hasil Liga
PIALA AFF U23 - Foto ilustrasi hasil olah YouTube Hasil Liga, Rabu 18 Juni 2025, memperlihatkan Piala AFF U-23 2025 resmi digelar di Indonesia mulai 15 hingga 29 Juli, menghadirkan Grup B, yang dihuni Vietnam, Kamboja dan Laos. Menyimak kelemahan masing-masing tim di Grup B Piala AFF U-23 2025 menjadi penting untuk membaca peta persaingan turnamen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Grup B Piala AFF U-23 2025 yang dihuni Vietnam, Kamboja, dan Laos menyimpan sejumlah kelemahan mencolok yang bisa dimanfaatkan oleh tim lain. 

Turnamen ini akan digelar di Indonesia pada 15–29 Juli 2025, dengan dua venue utama yaitu Stadion Gelora Bung Karno dan Stadion Patriot Candrabhaga. 

Sebagai tuan rumah, Indonesia U-23 mendapat sorotan penuh untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri. 

Meski Vietnam U-23 masih difavoritkan, mereka tengah mengalami transisi skuad dan pergantian pelatih. 

Kamboja dan Laos pun dinilai belum stabil dari sisi taktik dan pengalaman bermain. 

Jadwal Grup B dimulai 16 Juli 2025, dan diprediksi menyajikan laga yang ketat namun tidak lepas dari potensi kesalahan tim. 

Menyimak kelemahan masing-masing tim di Grup B Piala AFF U-23 2025 menjadi penting untuk membaca peta persaingan turnamen.

[Cek Berita dan informasi Piala AFF U23 KLIK DISINI]

1. Vietnam U-23: Reorganisasi Usai Era Keemasan

Sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara, Vietnam U-23 tentu masih difavoritkan dalam Grup B. 

Namun, skuad mereka kali ini berada dalam fase transisi usai mundurnya beberapa pemain pilar yang menjadi bagian dari generasi emas sebelumnya.

Kelemahan utama:

  1. Ketergantungan pada sistem lama: Meskipun secara taktik Vietnam memiliki gaya bermain yang disiplin dan efektif, banyak pengamat menilai bahwa pola permainan mereka mulai terbaca dan cenderung stagnan. Lawan kini lebih siap menghadapi pressing tinggi dan rotasi cepat yang selama ini menjadi senjata utama mereka.
  2. Minim pengalaman internasional: Beberapa pemain muda yang dipanggil belum banyak mendapatkan menit bermain di level internasional maupun liga domestik. Hal ini dapat menjadi titik lemah terutama dalam tekanan pertandingan berintensitas tinggi.
  3. Pergantian pelatih junior: Pergantian pelatih kepala U-23 dalam dua tahun terakhir menyebabkan ketidakstabilan struktur tim, dan ini bisa berdampak pada komunikasi serta konsistensi permainan.

2. Kamboja U-23: Masih Terjebak dalam Pola Tradisional

Kamboja U-23 tetap menjadi tim yang antusias dan penuh semangat, namun dari segi taktik dan kedalaman skuad, mereka masih tertinggal dibandingkan kontestan lain di Piala AFF U-23 2025.

Kelemahan utama:

  1. Pertahanan rapuh: Statistik turnamen sebelumnya menunjukkan bahwa Kamboja kerap kebobolan dari skema bola mati dan serangan cepat. Kelemahan dalam organisasi lini belakang ini menjadi celah besar yang kerap dimanfaatkan lawan.
  2. Kurangnya pengalaman pemain: Banyak pemain muda Kamboja belum bermain di level klub profesional yang kompetitif. Hal ini berdampak langsung pada kematangan bermain dan pengambilan keputusan di lapangan.
  3. Minim rotasi dan kedalaman tim: Jika ada pemain utama yang cedera atau terkena akumulasi kartu, pelatih kerap kesulitan mencari pengganti yang setara secara kualitas, membuat permainan menjadi tidak stabil.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved