PMI Mempawah Berhasil Evakuasi Delapan Pendaki Tersesat di Bukit Lonceng

Menyikapi laporan tersebut, PMI langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, warga dan keluarga para pendaki.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
EVAKUASI PENDAKI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mempawah turut membantu mengevakuasi delapan remaja yang tersesat saat melakukan pendakian di Puncak Lonceng, Kecamatan Anjongan, pada Senin 16 Juni 2025 dini hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mempawah turut membantu mengevakuasi delapan remaja yang tersesat saat melakukan pendakian di Puncak Lonceng, Kecamatan Anjongan, pada Senin 16 Juni 2025 dini hari.

Ketua PMI Kabupaten Mempawah, Arief Rinaldi, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan pertama pada Minggu 15 Juni 2025 malam mengenai adanya sekelompok pendaki muda yang tidak bisa turun dari Bukit Sepancenk (Lonceng).

"Informasi awal kami terima sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka tersesat akibat hujan deras, kondisi gelap, dan tidak membawa perlengkapan memadai untuk bertahan di alam terbuka. Beberapa di antaranya bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda hipotermia," ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa seluruh pendaki juga tidak memiliki pengetahuan jalur pendakian, bahkan belum pernah naik ke bukit tersebut sebelumnya.

“Ini yang cukup mengkhawatirkan. Tidak ada satu pun dari mereka yang familiar dengan medan Bukit Lonceng. Ditambah kondisi cuaca buruk dan minimnya persiapan, ini sangat berisiko,” lanjutnya.

Menyikapi laporan tersebut, PMI langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, warga dan keluarga para pendaki.

Tim gabungan pun dibentuk dan mulai menyusuri jalur pendakian sejak pukul 01.30 WIB. Meski menghadapi medan licin dan potensi longsor akibat hujan, pencarian tetap dilakukan secara intensif.

Baca juga: KRONOLOGI dan Identitias 8 Warga Mempawah Tersesat di Bukit Loncek Anjongan

“Upaya pencarian memang cukup menantang. Jarak pandang terbatas, dan medan cukup curam. Namun sekitar pukul 04.20 WIB, kami berhasil menjalin komunikasi kembali dengan salah satu korban melalui aplikasi pesan singkat. Titik koordinat mereka kami terima, dan saat itu posisi mereka sudah keluar jalur, mengarah ke kawasan hutan Toho,” ungkap Arief.

Tim evakuasi akhirnya berhasil menemukan para pendaki setelah mendengar suara teriakan salah satu dari mereka pada pukul 05.47 WIB.

“Alhamdulillah, semua dalam kondisi selamat. Kami langsung lakukan pemeriksaan medis awal di lokasi. Tidak ada luka serius, hanya beberapa mengalami kelelahan dan kedinginan,” terang Arief.

Usai ditemukan, seluruh korban dibawa ke rumah warga untuk beristirahat dan pemulihan.

Arief juga menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di alam bebas.

“Kami mengingatkan kembali kepada seluruh pendaki dan pecinta alam: selalu informasikan rencana perjalanan kepada pihak terkait, bawa perlengkapan lengkap, dan pastikan kondisi cuaca mendukung. Jangan anggap remeh alam,” tegasnya.

Identitas para pendaki yang tersasar diketahui sebagai berikut:

1. Martin Roby (20) - Desa Pasir Panjang, Kecamatab Mempawah Timur

2. Bagas - Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir

3. Yuli Kartika (23) – Dusun Parit Serikat, Desa Malikian Mempawah Hilir

4. Diva Pratama Dinata – Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir

5. Dewi Sartika (22) – Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir

6. Lie Nyi Cien (21) – Dusun Serikat, Desa Malikian Mempawah Hilir

7. Tarisia (20) – Dusun Kedaung, Desa Pasir Panjang Mempawah Timur

8. Tika Hardianri (18) – Dusun Kedaung, Desa Pasir Panjang Mempawah Timur. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved