Owner Batik Kote Singkawang Lirik Pewarna Alam, Murah dan Ramah Lingkungan 

Apalagi ia merupakan salah satu anak muda asal Kalbar yang menggaungkan kecintaan terhadap batik.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
BATIK KOTE SINGKAWANG - Pemilik brand batik Kote Singkawang Priska Yeniriatno. Berkarir dibidang industri kreatif, nama Priska sudah tak asing lagi di masyarakat Kalbar.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemilik brand batik Kote Singkawang Priska Yeniriatno melirik pewarna alam.

Ia mengaku awalnya hanya penasaran saja dengan warna alam, ia pun mengulap limbah seperti ampas kopi hingga tinta cumi menjadi lebih bernilai.

Diakuinya Singkawang mempunyai banyak bahan yang bisa berwarna terutama limbah organik yang bisa didapat cuma-cuma alias gratis. Ia tidak perlu membeli seperti ampas kopi karena banyak kopitiam yang membuang ampas kopi. 

Priska yang pernah menjadi juara Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan mewakili Provinsi ke tingkat nasional Bidang Industri kreatif (Kemenpora) kini aktif di pemberdayaan kriya dan kraft.

Berkarir dibidang industri kreatif, nama Priska sudah tak asing lagi di masyarakat Kalbar. 

Apalagi ia merupakan salah satu anak muda asal Kalbar yang menggaungkan kecintaan terhadap batik.

Tak heran galeri batiknya, kerap menjadi tempat belajar hingga mendapat kunjungan dari berbagai kalangan.

"Trus saya kepikiran sampah daun ketapang yang banyak sekali bertebaran dijalan. Apalagi intinya bahan yang mudah didapat dan tidak membeli. Kemudian menemukan limbah tinta cumi yang dibuang dalam proses pembuatan cumi kering," ujarnya Sabtu 7 Juni 2025.

Baca juga: KPAD Sambut Positif Perwa Jam Malam Anak, Soroti Peran Orang Tua dalam Pengawasan

Priska mengaku pemilihan pewarna alam memiliki banyak alasan, selain tidak perlu membeli, pewarna alam juga lebih ramah lingkungan. Meski mudah didapat dan hemat budget, namun diakuinya penggunaan pewarna alami memiliki tantangan tersendiri. 

"Teknik mewarnai batik ada dua dengan kimia dan alami. Kesulitan dan tantangan menggunakan pewarna alam lebih banyak proses dan lebih lama dalam pembuatan dan memerlukan tempat yang lebih luas karena proses yang panjang," ujarnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved