Status Bandara Supadio
Pengamat Ekonomi Untan: Status Internasional Bandara Supadio Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Menurut Eko, sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi antara lain adalah pariwisata, agrobisnis, pertambangan, dan industri.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat ekonomi dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Eko Supriyanto, menilai perubahan status Bandara Supadio menjadi bandara internasional akan membawa dampak positif yang besar terhadap perekonomian Kalimantan Barat.
Menurutnya, langkah ini bisa menjadi katalisator kuat untuk pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. "Status internasional akan membuka pintu bagi lebih banyak wisatawan mancanegara untuk langsung masuk ke Kalimantan Barat," ujarnya, Selasa 4 Juni 2025.
Eko menjelaskan, peningkatan jumlah kunjungan wisata, baik untuk keperluan rekreasi, bisnis, maupun pertemuan, akan mendorong pengembangan destinasi wisata baru serta perbaikan infrastruktur yang sudah ada seperti hotel, restoran, dan transportasi lokal.
Selain dampak terhadap pariwisata, kedatangan wisatawan asing juga akan membawa devisa yang memperkuat ekonomi lokal. Di sisi lain, kemudahan akses internasional akan mendukung mobilitas pelaku bisnis dari dalam maupun luar negeri, memperlancar negosiasi serta mempercepat kesepakatan dagang.
"Investor asing akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Kalimantan Barat karena kemudahan konektivitas ini," ungkapnya.
Menurut Eko, sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi antara lain adalah pariwisata, agrobisnis, pertambangan, dan industri pengolahan.
Pembukaan jalur kargo internasional juga akan memperluas peluang ekspor produk unggulan Kalbar ke pasar global, sekaligus mempermudah impor bahan baku dan barang modal yang dibutuhkan oleh industri lokal.
Lebih lanjut, Eko menyoroti pentingnya penerbangan langsung ke negara-negara tetangga seperti Malaysia. "Penerbangan langsung ke Kuching dan negara lain akan mempererat hubungan bilateral serta memudahkan pergerakan orang dan barang," jelasnya.
Peningkatan aktivitas ekonomi yang dipicu oleh bandara internasional juga diyakini akan berkontribusi terhadap pendapatan daerah, seperti melalui pajak hotel, retribusi pariwisata, dan transaksi perdagangan.
Baca juga: Bandara Supadio Kembali Layani Penerbangan Internasional, Pengusaha Sambut Positif
Uang yang dibelanjakan oleh wisatawan dan investor akan berputar di ekonomi lokal, menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang meningkatkan pendapatan masyarakat.
Namun, Eko juga mengingatkan bahwa semua potensi ini harus didukung dengan kebijakan yang tepat dan promosi yang efektif. "Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya sebagai lokasi bandara, harus memastikan ketersediaan SDM yang terlatih di bidang pariwisata, hospitality, dan logistik," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang baik, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta proses perizinan yang efisien dan transparan untuk menarik investasi dan menghindari dampak negatif dari pembangunan yang tidak terkendali.
"Dampak positif ini harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat bisa terus meningkat," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Gubernur Ria Norsan Dorong Percepatan Penerbangan Pontianak-Malaysia di Bandara Supadio |
![]() |
---|
KABAR Terbaru Bandara Internasional Supadio Pontianak Jadwal Rute PNK-KUL dan PNK-KCH Terungkap! |
![]() |
---|
GM Bandara Supadio: Sudah Ada 2 Maskapai yang Melakukan Pendekatan untuk Penerbangan Luar Negeri |
![]() |
---|
Penerbangan Internasional Bandara Supadio Segera Beroperasi Dalam Waktu Dekat |
![]() |
---|
Penerbangan Internasional Segera Dibuka di Bandara Supadio, Kalbar Siap Sambut Wisatawan Mancanegara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.