MotoGP

Proyek Gagal, Fabio Quartararo Resmi Tinggalkan Yamaha di MotoGP 2026

Proyek dinyatakan gagal, maka Fabio Quartaro resmi tinggal tim Yamaha Monster Energy di musim MotoGP 2026.

Editor: Rizky Zulham
Dok. MotoGP.com
FABIO QUARTARARO - Momen Pembalap Yamaha Monster Energy Fabio Quartararo alami crash. Proyek dinyatakan gagal, maka Fabio Quartaro resmi tinggal tim Yamaha Monster Energy di musim MotoGP 2026. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Proyek dinyatakan gagal, maka Fabio Quartaro resmi tinggal tim Yamaha Monster Energy di musim MotoGP 2026.

Pebalap tim pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, mengungkapkan pandangannya secara terbuka mengenai masa depannya di ajang MotoGP.

Juara dunia musim 2022 itu menyatakan tetap percaya pada proyek Yamaha.

Namun di sisi lain, ia juga menyatakan siap hengkang kalau hasil yang diharapkan tak kunjung datang.

“Saya benar-benar percaya pada proyek ini, tetapi jika tidak berhasil, saya akan pindah ke proyek yang sudah siap,” ujar Quartararo dilansir dari Crash, Minggu 1 Juni 2025.

SINYAL Perpisahan Francesco Bagnaia dan Ducati di MotoGP 2025

Quartararo saat ini disebut sebagai pebalap dengan bayaran tertinggi di grid MotoGP, dengan kontrak senilai 12 juta euro sekitar Rp 210 miliar per musim bersama Yamaha.

Kontrak tersebut akan berlangsung hingga akhir musim 2026.

Meski sempat terpuruk dalam beberapa musim terakhir, Yamaha menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Kehadiran tim satelit Pramac yang kini bekerja sama dengan pabrikan Jepang tersebut menambah kekuatan dalam hal data dan pengembangan.

Quartararo sendiri tampil cukup impresif pada musim ini. Ia berhasil meraih pole position dalam tiga balapan terakhir, menandakan bahwa motor Yamaha memiliki kecepatan satu lap yang kompetitif.

Namun, Yamaha masih menemui kendala dalam mempertahankan performa saat balapan berlangsung, terutama di trek lurus ketika bersaing dengan motor Ducati.

Pada MotoGP Inggris akhir pekan lalu, Quartararo sebenarnya berpeluang besar meraih kemenangan.

Sayangnya, perangkat pengatur ketinggian motornya mengalami kerusakan, memaksanya mundur dari balapan saat berada di posisi terdepan.

Insiden itu membuat Quartararo sangat kecewa hingga menitikkan air mata.

Meski begitu, ia tetap melihat harapan dari proyek pengembangan Yamaha.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved