Seorang Figter Muda Meninggal Dunia Pasca Bertanding, Keluarga Akui Ikhlas

Semuanya ditangani dengan baik oleh panitia. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa,

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
BERI KETERANGAN - Tengah: Matsuri orang tua Muhammad Rizal Baju putih, Wahyudi alias Bagong (panitia Begasak vol II), Baju hitam Didip Fahreza (Panitia Begasak vol II) saat diwawancara. Rizal merupakan sosok anak yang baik, pekerja keras, walaupun sedikit pendiam. 

Namun menurutnya, saat ditanya oleh wasit, Rizal masih menyatakan mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai.

“Sekitar delapan menit setelah turun dari ring, barulah ia tumbang. Kami sangat berduka,” ujar Bagong.

Ia juga membantah tudingan di media sosial yang menyebut panitia lalai atau tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang menggiring opini negatif. Faktanya, kami tangani dari awal dan terus berkomunikasi dengan keluarga. Semua berjalan secara kekeluargaan,” tuturnya.

Bagong menambahkan, Begasak Vol II bukanlah ajang komersil melainlan kegiatan antar pecinta bela diri di Kalbar.

“Ini bukan untuk cari untung. Tidak ada sponsor dari pemerintah, tidak pakai proposal. Dana murni dari pendaftaran atlet. Kegiatan ini dibuat sebagai ruang silaturahmi antar pecinta bela diri,” terangnya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved