Berita Viral

Dipecat Saat Libur Lewat Video Call, Pegawai di Inggris Dapat Ganti Rugi Rp524 Juta

Rapat dilakukan secara virtual tanpa pendamping dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang membuatnya syok dan terpukul secara mental.

YouTube CEMET.MP4
PEGAWAI DIPECAT - Foto ilustrasi hasil olah YouTube CEMET.MP4, Jumat 16 Mei 2025, memperlihatkan pegawai dipecat. Joanne Neill, seorang pegawai di London Selatan, dipecat secara mendadak lewat panggilan video saat sedang menikmati waktu libur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Joanne Neill, seorang pegawai di London Selatan, dipecat secara mendadak lewat panggilan video saat sedang menikmati waktu libur. 

Undangan rapat yang ia terima dari manajernya hanya berjudul "catch up" atau "berbincang ringan", membuatnya tak menyangka bahwa isi pertemuan adalah pengumuman pemecatan. 

Rapat dilakukan secara virtual tanpa pendamping dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang membuatnya syok dan terpukul secara mental.

Pengadilan ketenagakerjaan Croydon menyatakan pemecatan ini melanggar hak ketenagakerjaan dan berdampak serius pada kesehatan mental Neill. 

Selain itu, keputusan perusahaan dianggap diskriminatif karena memprioritaskan pemutusan hubungan kerja terhadap pegawai paruh waktu yang mayoritas adalah perempuan. 

Akibat pelanggaran tersebut, Dermalogica UK diwajibkan membayar kompensasi sebesar 24.042 poundsterling atau sekitar Rp524 juta kepada Neill. 

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses pemutusan kerja, terutama di tengah perubahan sistem kerja yang semakin digital.

[Cek Berita dan informasi berita viral KLIK DISINI]

Apa yang Terjadi Saat Pemecatan Joanne Neill?

Bagaimana Proses Pemecatannya?

Joanne Neill, mantan pegawai Dermalogica UK, dipecat secara mendadak melalui panggilan video Microsoft Teams. 

Ironisnya, undangan rapat tersebut hanya berjudul "catch up" alias "berbincang ringan", sehingga Neill tidak menyangka bahwa isinya adalah pemecatan. 

Ia bahkan tidak diberi hak untuk membawa pendamping dalam rapat yang diadakan secara virtual itu.

Padahal, Neill sedang berada dalam masa libur ketika rapat itu dijadwalkan. 

Tanpa peringatan atau kesempatan untuk mempersiapkan diri secara mental, ia diberitahu oleh manajernya, Ian White, bahwa dirinya termasuk dalam daftar karyawan yang diberhentikan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved