Jadwal Voli Proliga 2026 Lengkap Potensi Format Pertandingan Berubah

Pada musim ini, Jakarta LavAni Livin Transmedia bahkan sudah dipastikan lolos final setelah pekan kedua di Kota Semarang.

Tayang:
Editor: Zulkifli
tangkapan layar instagram @pbvsi
BOLA VOLI - Ilustrasi pertandingan Bola Voli. Format kompetisi Proliga 2026 berpotensi berubah. 

Pasalnya, Petrokimia hanya memiliki unggulan satu poin saja atas Jakarta Popsivo Polwan yang masih bertanding satu kali lagi.

Harapan Petrokimia satu-satunya adalah mengharapkan Popsivo kalah dengan skor 0-3 atau 1-3 dari Pertamina Enduro, tim yang sudah lolos ke final.

Maka dari itu, Pertamina boleh saja melakukan strategi dengan tidak bermain allout yang akhirnya kalah 0-3 dari Popsivo dengan format kompetisi yang berlaku.

"Kalian tahu mengapa kami tidak terlalu memaksakan diri untuk bertahan di pertandingan terakhir? Karena finalnya penting," ujar pelatih Pertamina, Bulent Karslioglu.

Meski begitu, sistem tersebut membuat banyak penggemar bola voli berasumsi bahwa sudah seharusnya format kompetisi diubah.

Jadi, tim teratas di klasemen akhir babak final four layak ke final, sementara tim peringkat kedua dan ketiga diadu lagi dengan syarat jika kedua tim memiliki jumlah kemenangan yang sama atau selisih poin yang sedikit.

Format tersebut yang digunakan oleh federasi bola voli Korea (KOVO) dalam menjalankan babak playoff Liga Voli Korea.

Ketua Bidang Kompetisi PBVSI, Reginald Nelwan terbuka dengan usulan tersebut.

"Prinsipnya kalau ada usulan yang bisa membuat Proliga menjadi lebih menarik, kami akan tampung, kita akan coba nanti," ucap Reginald kepada BolaSport.com setelah final Proliga 2025 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu 11 Mei 2025 

"Contohnya kan ini kita harus didiskusikan sama pengurus, sama sponsor, sama yang lain," ujarnya.

Saran juga diberikan oleh komentator bola voli Indonesia, Rama Sugianto.

Baca juga: Jadwal Piala Dunia Bola Voli U21 FIVB 2025 Lengkap Pembagian Grup

Rama menyebut sistem Proliga saat ini membuat semua tim tidak tampil habis-habisan sampai laga terakhir.

"Kalau saya lihat format nya yang bikin team ga akan all out atau fight sampai akhir kalau sudah lolos, dan itu ga masalah, walaupun jadi bikin bobot game sedikit kurang menarik," ucapnya melalu media sosial.

"Semua team punya strateginya masing masing, supaya goal mereka tercapai, yaitu Juara.."

"Tetapi kalau dibikin, misal peringkat 1 langsung ke final, sementara 2 dan 3 bakal diadu lagi dan lalu pemenang nya baru ke final, yakin itu sampe akhir bakal bertarung semua team buat ngejar keuntungan peringkat 1 final four."

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved