Berita Viral
Nasib Operator SPBU yang Viral Layani Pengecer BBM Subsidi Kini Tersangka Lengkap Modus dan Motifnya
Begini nasib seorang operator yang sempat viral usai mengisi BBM Subsidi kini jadi tersangka terungkap motif dan modus pelaku.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Begini nasib seorang operator yang sempat viral usai mengisi BBM Subsidi kini jadi tersangka terungkap motif dan modus pelaku.
Setelah viral di media sosial beberapa waktu lalu, Subdit IV Direktorat Kriminal Polda Kepulauan Riau menetapkan operator SPBU Kabil Batam berinisial D sebagai tersangka penyalahgunaan dan penjualan BBM bersubsidi secara ilegal.
Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul, menjelaskan, penetapan tersangka, yang sebelumnya terekam kamera warga, dilakukan setelah kepolisian melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pembeli yang diketahui masih berusia 12 tahun.
"Penetapan tersangka ini sudah melalui proses panjang. Untuk pembeli yang juga terekam di video itu anak di bawah umur. Saat ini masih diperiksa sebagai saksi. Pelaku berinisial D ini terbukti curang dan sudah melayani pengecer BBM bersubsidi selama lima bulan belakangan ini," ucap Zamrul saat ditemui di Polda Kepri, Rabu (7/5/2025) sore.
• VIRAL Rusuh di Lapas saat UAS Ceramah, Terungkap Kronologi dan Penyebab hingga Pengakuan Napi
Dalam melakukan aksinya, pelaku mengaku kerap menjual BBM bersubsidi dengan modus menggunakan barcode milik orang lain yang tersimpan di mesin electronic data capture (EDC) yang digunakan oleh operator.
Selain itu, pelaku memanfaatkan waktu kerjanya yang selalu mendapat jadwal piket sejak malam hingga dinihari.
"Ada puluhan barcode milik orang lain yang disimpan oleh pelaku di mesin EDC yang dia gunakan sehari-hari. Selain itu, waktu kerjanya yang selalu masuk malam dalam lima bulan ini membuat dia bisa menjalankan aksinya," lanjutnya.
Terungkapnya modus pelaku bermula saat adanya pengendara sepeda motor yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite pada pukul 03.30 WIB, Senin (28/4/2025) di SPBU tersebut.
Namun, saat itu, mesin EDC yang digunakan pelaku disebut mengalami gangguan hingga tidak dapat memproses pengisian BBM pertalite kepada perekam video.
Kemudian, setelah 15 menit berlangsung, sistem barcode disebut berfungsi normal.
Namun, saat itu perekam video yang sudah melakukan pengisian BBM jenis Pertamax mendapati mesin pompa yang digunakan pelaku untuk melakukan pengisian kepada konsumen lain yang menggunakan jeriken.
Dalam pengisian BBM itu, kata Zamrul Aini, menggunakan barcode milik operator pengisian, karena konsumen yang melakukan pengisian menggunakan jeriken tidak memiliki barcode untuk melakukan pengisian BBM jenis pertalite.
"Setelah kami mintai keterangan, tersangka mengakui mendapatkan komisi dari pembeli atau pihak pengecer, sebanyak Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per satu jeriken," ujarnya.
Pelaku sudah melakukan aksinya ini kurang lebih selama lima bulan sejak bulan Desember 2024. Dalam sehari, tersangka bisa mendapatkan komisi Rp 200.000 hingga Rp 500.000.
"Tersangka ini masuk tiap hari, jadi dikali 30, bisa mendapatkan Rp 10 juta per bulannya," jelasnya.
Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob di Jakarta, Pasha Ungu hingga Fiersa Besari Suarakan Duka |
![]() |
---|
Pria Tipu Asuransi dengan 4 Kecelakaan Mobil, Polisi Bongkar Skema 2025 |
![]() |
---|
7 Fakta Ojol Tewas Dilindas Mobil Brimob di Jakarta 2025, Martir Rakyat Kecil |
![]() |
---|
UNGKAP Identitas Asli Salsa Erwina Hutagalung yang Viral Tantang Debat Ahmad Sahroni Soal Kata Tolol |
![]() |
---|
DAFTAR Harga Es Teler Kalina Ocktaranny Terbaru Viral Diburu Pembeli hingga Rela Antre Berjam-jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.