Lima Kopdes Merah Putih Sambas Terbentuk, Resmi Terima Akta Notaris

Lima kopdes yang mendapat akte notaris diantaranya Desa Tanjung Bugis, Sarang Burung Usrat, Tanjung Keracut, Setalik dan Sumber Harapan.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
KOPERASI MERAH PUTIH - Bupati Sambas Satono mendampingi Dirut LPDB Supomo ketika kunjungan kerja ke Sambas. Dirut LPDB Supomo menyerahkan akte notaris lima Kopdes Merah Putih yang telah terbentuk, Kamis 8 Mei 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Satono menyambut kedatangan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergilir (LPDB) Supomo di Kabupaten Sambas.

Kedatangan Dirut LPDB dalam rangka meluncurkan 5 koperasi desa Merah Putih, Kamis 8 Mei 2025.

Kehadiran Dirut LPDB Supomo juga disambut jajaran Forkopimda Sambas beserta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sambas di aula Utama Kantor Bupati Sambas.

Peluncuran koperasi desa Merah Putih di Kabupaten Sambas ditandai pemukulan gong oleh Dirut LPDB Supomo disaksikan Bupati Sambas Satono. Pembentukan koperasi desa Merah Putih ini ditandai penyerahan akte notaris kepada lima koperasi desa Merah Putih.

Lima kopdes yang mendapat akte notaris diantaranya Desa Tanjung Bugis, Sarang Burung Usrat, Tanjung Keracut, Setalik dan Sumber Harapan.

Bupati Sambas Satono mengatakan, Pemkab Sambas mengapresiasi dukungan Pemerintah yang telah mendorong dan memberi motivasi untuk pembentukan kopdes Merah Putih di Sambas.

"Terima kasih kepada Presiden Prabowo karena di era pemerintahan beliau, melalui menteri dan wamen luar biasa mendorong, memberikan motivasi, memberi semangat ke kita," kata Satono.

Satono mengatakan, dukungan dari pemerintah menjadi penting sehingga terlaksana musyawarah desa (Musdes) di 57 desa untuk penguatan pembentukan kopdes. Bahkan lima diantaranya sudah mendapat akte notaris.

"Sehingga Sambas telah terlaksana Musdes khusus 57 desa dan kita serahkan akte notaris lima desa pembentukan Kopdes Merah Putih. Insya Allah desa-desa yang belum akan menyusul," ucapnya.

Baca juga: KRONOLOGI dan Motif Pemuda 22 Tahun di Sambas Gerayangi Gadis Belia Tengah Malam

Satono optimis, Sambas sebagai daerah surplus pangan akan mampu mengoptimalkan kopdes sehingga ke depan Sambas menjadi daerah perbatasan pertama yang mengekspor beras ke Negeri Jiran Malaysia.

"Kita punya keyakinan, seyakin-yakinnya Sambas adalah daerah surplus pangan, beras terutama, saya yakin betul dengan semangat kebersamaan, diberikan arahan, binaan, dari Kementerian Koperasi,.Sambas akan menjadi kabupaten perbatasan pertama mengekspor beras ke negara Jiran, Insha Allah," katanya.

Dia mengatakan, memaksimalkan potensi pertanian di Sambas ini tentu diharapkan dukungan pemerintah bagaimana dapat membuka pintu ekspor PLBN Aruk. Sehingga hasil produksi pertanian dapat didorong hingga ke Malaysia bahkan Brunei Darussalam.

"Karena kita punya potensi seperti itu. Mudah-mudahan langkah ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat terutama dalam hal gate PLBN Aruk itu bisa secepatnya menjadi gate ekspor sehingga hasil produksi pertanian holtikultura Sambas dari petani ini bisa kita dorong ke negeri Jiran, Sarawak bahkan sampai ke Brunei Darussalam," tegasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved