MotoGP

Penyesalan Bagnaia Punya Rekan Satu Tim Seperti Marc Marquez

Terucap penyesalan dari Francesco Bagnaia yang terpaksa berada satu garasi bersama Marc Marquez di MotoGP 2025.

Editor: Rizky Zulham
X @DucatiCorse
ADU CEPAT - Dua Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia (63) dan Marc Marquez (93) beradu cepat di lintasan balap MotoGP Qatar 2025. Terucap penyesalan dari Francesco Bagnaia yang terpaksa berada satu garasi bersama Marc Marquez di MotoGP 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terucap penyesalan dari Francesco Bagnaia yang terpaksa berada satu garasi bersama Marc Marquez di MotoGP 2025.

Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menyadari bahwa kekhawatirannya benar terjadi pada MotoGP 2025.

Bagnaia rupanya masih menyesali kegagalan pada musim lalu setelah tak mampu mempertahankan gelar juara dunia.

Bagaimana tidak? Musim lalu padahal Bagnaia menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak.

Dia meraih 11 kemenangan dalam balapan panjang dan tujuh kemenangan dalam Sprint.

Namun, catatan impresif tersebut tak cukup mengantarkan pembalap asal Turin, Italia itu kembali mengukir namanya di trofi juara.

Comeback Terbaik Marc Marquez di MotoGP 2025 Ternyata Masih Kalah Hebat dari Atlet Senam

Bagnaia kalah selisih 10 poin dari pembalap yang hanya memenangkan tiga balapan panjang dan empat kemenangan dalam Sprint yakni Jorge Martin yang memperkuat tim Prima Pramac Ducati.

Kenyataan yang benar-benar sulit diterima oleh akal sehat ketika pembalap dengan kemenangan terbanyak harus keluar sebagai runner-up.

Bagnaia mengungkapkan perasaannya dalam wawancara sebelum seri keempat MotoGP Qatar.

Dia mengklaim bahwa Ducati ingin menciptakan situasi untuk meningkatkan persaingan persaingan dua pembalap di dalam garasi.

Bagnaia menyalahkan dirinya sendiri karena gagal juara musim lalu hingga skenario tersebut akhirnya terjadi pada musim ini.

Ducati membuat keputusan kontroversi dengan mendatangkan Marc Marquez daripada Jorge Martin untuk mengisi kursi di tim utama.

"Saya pikir Ducati ingin menciptakan situasi ini karena tahun lalu kami kehilangan kejuaraan karena saya melakukan kesalahan," kata Bagnaia kepada TNT Sports dilansir via Crash.net.

“Ketika Anda lebih kuat dan memenangkan 18 balapan dalam satu musim dengan sprint, dan kemudian kalah dalam kejuaraan, itu adalah sesuatu yang aneh untuk dijelaskan," ujar Bagnaia.

“Dan saya satu-satunya yang kalah karena saya selalu ada di sana, selalu berjuang untuk menang."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved