KLINIK HEWAN - Warga membawa hewan anjing peliharaannya ke Klinik Hewan di belakang Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Selasa 15 April 2025. Karolin menjelaskan, penetapan KLB Rabies dilakukan karena angka kasus kematian akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Landak pada periode yang sama di tahun 2025 dengan di tahun 2024 lebih tinggi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa MH mengumumkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Kabupaten Landak.
Hal itu disampaikan Karolin di hadapan warga saat menghadiri tanam perdana padi, di Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila pada Kamis 10 April 2025.
"Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Landak, sebagai kepala daerah saya sudah menetapkan KLB Rabies," ucap Karolin.
Karolin menjelaskan, penetapan KLB Rabies dilakukan karena angka kasus kematian akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Landak pada periode yang sama di tahun 2025 dengan di tahun 2024 lebih tinggi.
Yakni pada periode bulan Januari hingga Maret lalu kematian sudah mencapai tiga orang.
Untuk itu, Pemkab Landak akan segera menyusun tim khusus untuk melakukan vaksinasi besar-besaran terhadap hewan anjing dan kucing.
"Kami berharap dengan upaya vaksinasi besar-besaran yang akan dilakukan bisa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian rabies dan dapat mengendalikan kejadian rabies di Kabupaten Landak," jelasnya.
Untuk ketersediaan vaksin anti rabies bagi manusia yang tergigit dikatakannya nanti akan melakukan pengadaan dengan APBD.
Sementara vaksin anti rabies bagi hewan Pemkab Landak akan bersurat ke Pemerintah Provinsi Kalbar agar mendapat penambahan.
"Untuk posisi hari ini vaksin tersedia sekitar 2.000, dari kebutuhan kita sekitar 20.000-an untuk hewan ya," tuturnya.
Sebelumnya, di hadapan warga Karolin meminta seluruh masyarakat di Kabupaten Landak mendukung penuh upaya vaksinasi hewan peliharaan maupun hewan liar yang ada di Kabupaten Landak.
Dia meminta masyarakat secara suka rela membantu mengurung atau menyerahkan hewan kepada petugas nantinya untuk dilakukan vaksinasi.
"Jadi waktu dokternya datang tinggal di suntik supaya bisa cepat pergi melakukan vaksin ke kampung yang lain," ucapnya.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Landak sebelumnya, kasus warga meninggal dunia pertama terjadi di Desa Sekais, Kecamatan Jelimpo, yang merupakan remaja usia 15 tahun.
Korban meninggal dunia pada 24 Februari lalu dengan riwayat gigitan Hawan Penular Rabies (HPR) anjing pada bulan Juli 2024.
Sementara kasus kedua terjadi di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, korban dewasa berusia 45 tahun meninggal dunia pada 25 Februari 2025, dengan riwayat gigitan HPR anjing pada bulan Desember 2024.
Kemudian untuk kasus terakhir yang terjadi di Desa Gombang korban diketahui pernah digigir HPR anjing pada bulan Januari 2025 dan meninggal dunia pada 9 Maret 2025.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS - Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!