Breaking News

Komentar Coach 'Naga Api' Usai Bawa Ganda Putra Malaysia Juara Asia 2025

Choong Tan Fook/Lee Wan Wah adalah pemain Malaysia terakhir yang memenangi gelar juara Asia pada 2007.

Editor: Zulkifli
.
MEDALI JUARA - Atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto (kanan), sedang berfoto dengan sang pelatih bernama Herry Iman Piengardi (Herry IP) di Istora Senayan, Jakarta, 12 Juni 2022 silam. Herry IP kini sukses membantu ganda putra Malaysia meraih medali emas Kejuaraan Asia 2025. MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM 

"Pada gim pertama, Aaron/Wooi Yik menerapkan strategi yang kami buat dengan baik," ujar Herry IP.

"Meskipun ketat, permainan berjalan sesuai rencana. Gim kedua sama pentingnya, dan pasangan China mengubah gaya permainan mereka."

"Aaron dan Wooi Yik mengikuti permainan lawan. Mereka sempat tertinggal 8-11 dan saya memberi tahu mereka untuk bermain seperti yang mereka lakukan saat latihan (dan itu berhasil)."

Chia/Soh juga bermain tenang saat membalas kekalahan dari ganda putra nomor satu tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang pada semifinal.

Chia/Soh harus menunggu tujuh bulan untuk menyamakan kedudukan dalam rekor pertemuan setelah kekalahan menyakitkan mereka pada semifinal Olimpiade Paris.

Ganda putra andalan pelatnas Malaysia tersebut menang dengan skor 21-12, 21-14 hanya dalam waktu 31 menit pada pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, China, Sabtu (12/4/2025).

Chia/Soh juga mengubur asa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada perempat final.

Hasil tersebut menandai penampilan final kedua mereka pada Kejuaraan Asia setelah menjadi runner-up pada 2022.

Hal yang menambah momen tersebut istimewa adalah kehadiran pelatih kepala ganda nasional Malaysia, Herry Iman Pierngadi  atau Herry IP.

Baca juga: Jadwal & Daftar Pemain Badminton BWF Sudirman Cup 2025: Siapa Berpeluang Lolos ke Babak Berikutnya?

Herry IP dikenal sebagai "The Magician" yang pengaruhnya terlihat jelas dalam penampilan sempurna pasangan tersebut.

"Kami merasa lebih gugup dan tertekan selama Olimpiade," kata Chia dalam wawancara dengan CGTN dilansir BolaSport.com dari News Straits Times.

"Tetapi, kami tetap tenang hari ini. Kami bermain dengan lebih tenang dan bebas."

Soh memuji konsistensi dan strategi mereka di hadapan Liang/Wang.

"Secara keseluruhan, kami tampil cukup stabil sementara lawan kami membuat lebih banyak kesalahan," kata Soh

"Kami memanfaatkan itu dan bermain dengan kekuatan kami, yaitu menyerang, sementara pertahanan kami juga solid."

Chen/Liu juga membuat kejutan besar pada babak perempat final dengan menyingkirkan pasangan peringkat ke-2 dunia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani (Malaysia).

Chen/Liu lalu mengalahkan pasangan peringkat ke-14 dunia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana pada semifinal, dengan skor 13-21, 21-18, 21-12 dalam duel selama 63 menit.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved