Ramadan 2025

Catat ! Daftar Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Pendakwah Ustaz Abdul Somad menjelaskan, sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Muslim untuk meraih malam lailatul qadar. 

Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
RAMADAN 2025 - Ada banyak amalan yang bisa ditingkatkan di 10 terakhir Ramadan 1446 Hijriyah. Amalan ini sepatunya semakin digencarkan jelang berakhirnya bulan yang penuh berkah. 

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID - Catat ! Berikut daftar amalan 10 terakhir Ramadan untuk meraih malam Lailatul Qadar. 

Ramadan sudah memasuki fase-fase genting di separuh akhir. 

Banyak yang sudah terlena, namun pentingnya untuk menambah semangat mengisi 10 hari terakhir dibulan Ramadan hingga tuntas. 

Pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS mengulas sejumlah amalan di 10 hari terakhir Ramadhan.

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memberbanyak amal ibadah, karena diyakini terdapat malam lailatul qadar atau malam lebih baik dari 1000 bulan.

Pendakwah Ustadz Abdul Somad menjelaskan, memperbanyak amal ibadah di akhir Ramadhan adalah sunah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw). 

Lantas, apa amalan yang dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadhan untuk meraih malam lailatul qadar? 

 
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 

Artinya: Dari Aisyah ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (Muttafaq ‘alaih). 

Baca juga: Raih Keberkahan Ramadan, Anggota Pramuka se Kecamatan Sungai Pinyuh Bagikan Ribuan Takjil

Pendakwah Ustaz Abdul Somad menjelaskan, sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Muslim untuk meraih malam lailatul qadar. 

Menurut Ustadz Abdul Somad, di bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan menjalankan ibadah puasa wajib, tetapi juga memperbanyak amalan sunnah. 

"Siangnya shiyam, apa artinya? Tahan mata, telinga, otak, lidah, hati, tangan, dan kaki. Shiyam itu tetap beraktivitas namun tetap menundukkan pandangan dan kontrol lainnya," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Catatan Ensiklopedia. 

Selain menahan hawa nafsu di siang hari, Ustadz Abdul Somad juga menganjurkan untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyamul lail atau sholat malam. 

"Yang sudah witir setelah tarawih, tidak perlu witir lagi setelah tahajud. Setelah itu istighfar. Beramal dari awal Ramadhan hingga akhir, Allah akan berikan Lailatul Qadar, Insya Allah," ujarnya. 

Mengenai tanda seseorang mendapatkan Lailatul Qadar, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa Allah Swt tidak memberikan petunjuk yang spesifik. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam terus beribadah dan berharap kepada-Nya. 

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved