Ragam Contoh

Cara Mendapatkan Petunjuk di Malam Lailatul Qadar Sepuluh Terakhir Ramadan

Kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi memang tidak diketahui secara pasti, karena Allah merahasiakan waktu turunnya malam istimewa ini. 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
LAILATUL QADAR- Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Qadr, bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, yang kehadirannya selalu dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. 

Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah, salah satunya melalui i'tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi memang tidak diketahui secara pasti, karena Allah merahasiakan waktu turunnya malam istimewa ini. 

Hal ini bertujuan agar umat Islam terus bersemangat dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, tanpa hanya berfokus pada satu malam tertentu. 

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam-malam ganjil di antara sepuluh malam terakhir, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. 

Oleh karena itu, banyak umat Islam yang meningkatkan ibadah mereka pada malam-malam tersebut dengan harapan dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah.

Contoh Sedekah Tanpa Harta, Kebaikan Sederhana yang Bernilai Pahala Selama Berpuasa

Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Qadr, bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. 

Itu berarti segala amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan di hari-hari biasa. 

Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa dengan penuh keikhlasan, terutama memohon ampunan, rahmat, serta kebaikan di dunia dan akhirat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan contoh dengan melakukan i’tikaf, yaitu mengasingkan diri dari kesibukan duniawi untuk fokus beribadah kepada Allah di masjid selama sepuluh malam terakhir Ramadan. 

I’tikaf menjadi sarana untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kedekatan dengan Sang Pencipta. 

Dengan melakukan i’tikaf, seseorang dapat lebih mudah menghindari gangguan duniawi dan lebih fokus dalam memperbanyak ibadah serta renungan spiritual.

Mengingat betapa besarnya keutamaan malam Lailatul Qadar, sudah sepatutnya setiap Muslim berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang penuh keikhlasan. 

Momen ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala besar, memohon pengampunan atas dosa-dosa, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahannya.

Dikutip dari Tribunnews, Dosen IAIN Surakarta Hj Ari Hikmawati menyatakan, terdapat beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca saat malam Lailatul Qadar, sebagai berikut:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved