Ragam Contoh
Tiga Ciri Orang yang Beruntung Menurut Syekh Yahya bin Muadz Ar-Razi
Salah satu ulama sufi ternama, Syekh Yahya bin Muadz Ar-Razi, memberikan pandangan mendalam mengenai ciri-ciri orang yang beruntung.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Setiap manusia di dunia ini pasti menginginkan keberuntungan dalam hidupnya.
Namun, keberuntungan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja tanpa usaha dan doa.
Dalam Islam, keberuntungan sejati tidak hanya diukur dari kesuksesan duniawi, tetapi juga dari kebahagiaan di akhirat.
Oleh karena itu, manusia harus berusaha dengan memperbanyak amal kebajikan agar tergolong sebagai orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.
Salah satu ulama sufi ternama, Syekh Yahya bin Muadz Ar-Razi, memberikan pandangan mendalam mengenai ciri-ciri orang yang beruntung.
Pandangan ini dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam karyanya, Nashaihul Ibad Juz 1, halaman 26.
Dalam kutipan tersebut, Syekh Yahya bin Muadz Ar-Razi menjelaskan bahwa ada tiga ciri utama yang dimiliki oleh orang-orang yang beruntung.
• Teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW di Surah Abasa, tentang Kesetaraan dan Empati
وَعَنْ يَحْيَى بْنِ مُعَاذِ الرَّازِيِّ: طُوبَى لِمَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا قَبْلَ أَنْ تَتْرُكَهُ، وَبَنَى قَبْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَهُ، وَأَرْضَى رَبَّهُ قَبْلَ أَنْ يَلْقَاهُ
Artinya: “Dari Yahya bin Mu’adz Ar-Razi, sungguh beruntung orang yang meninggalkan harta sebelum harta meninggalkannya, membangun kuburan sebelum ia mamasukinya, dan membuat ridha Tuhan sebelum ia menemuinya”.
Pernyataan Syekh Yahya bin Mu’adz Ar-Razi di atas, memberi arahan kepada kita untuk tidak cinta dunia, dan kita harus mempersiapkan amal kebajikan sebelum kita masuk ke alam kubur.
Dan juga kita harus berusaha untuk mendapatkan ridha dari Allah. Imam Nawawi Al-Bantani memperjelas pernyataan Syekh Yahya bin Mu’adz Ar-Razi tersebut. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
Pertama, meninggalkan harta sebelum harta meninggalkan dirinya. Artinya, orang yang dianugerahi kekayaan ia membelanjakan hartanya kepada jalan kebajikan sebelum hartanya lenyap darinya.
Contohnya, bersedekah, berinfak, dan menyantuni janda dan anak yatim. Bila hartanya digunakan kepada jalan kebajikan ia termasuk orang-orang yang beruntung.
• Shafiyyah binti Huyay, Kisah Istri Nabi Muhammad SAW dari Suku Yahudi hingga Menjadi Ummul Mukminin
Kedua, membangun kubur sebelum ia memasukinya. Artinya, kita harus senantiasa dan istiqamah dalam berbuat kebajikan karena perbuatan kebajikan akan menyelamatkan kita ketika kita memasuki alam kubur.
Yakni, amal shalih dan ketaatan kepada Allah yang akan menyelamatkan kita dari siksa kubur.
Tiga Ciri Orang yang Beruntung
Ciri Orang yang Beruntung
Syekh Yahya bin Muadz Ar-Razi
mendapatkan ridha Allah
| Beasiswa Cendekia BAZNAS AIU 2026 Dibuka, Kuliah S1 Gratis Full Scholarship hingga 4 Tahun |
|
|---|
| SBUB Undip 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Beasiswa Schwarzman Scholars 2027-2028 Dibuka, Kuliah S2 Gratis di China dengan Pendanaan Penuh |
|
|---|
| Jawaban dan Soal Bahasa Inggris Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka 2026 Semester 1–2 |
|
|---|
| Jawaban dan Soal Matematika Kelas 2 SD Kurikulum Merdeka 2026 Semester 1–2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Memilih-nama-kontak-khusus-untuk-pasangan.jpg)