Ramadan 2025
Program Makan Bergizi Gratis di Pontianak Tetap Berjalan Selama Ramadan
Selama bulan puasa, pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah dilakukan serentak pada pukul 09.00 WIB.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Namun, menunya disesuaikan, agar siswa dapat membawanya pulang untuk berbuka puasa di rumah.
Owner PT Borneo Catering Service, Habibi, selaku mitra penyedia makanan MBG, menjelaskan bahwa menu selama Ramadhan telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.
Penyesuian itupun dilakukan oleh dapur mitra Sentra Pangan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak, Ume Kitchen. Dengan menu yang disiapkan berupa makanan kering seperti kurma, susu, roti, dan telur rebus. Tempat penyajiannya pun diganti menggunakan goodie bag berbahan kain agar lebih praktis dibawa pulang.
“Menunya dibuat praktis dan aman dibawa, seperti susu, biskuit, telur, roti isi, buah-buahan, dan kacang hijau. Yang penting, kebutuhan gizinya tetap terpenuhi,” ujarnya, Senin 10 Maret 2025.
Selama bulan puasa, pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah dilakukan serentak pada pukul 09.00 WIB.
Borneo Catering Service sendiri bertugas mengantarkan makanan ke tiga sekolah, yakni SDN 29, SMPN 9, dan SMKN 1 Pontianak, dengan total sekitar 2.500 porsi per hari.
Baca juga: Safari Ramadhan, Gubernur Ria Norsan Komitmen Bantu Pembangunan Masjid Agung Awaludin Kubu Raya
Sejak diresmikan pada 20 Januari 2025, program MBG terus berkembang dan kini telah menjangkau 154 sekolah di Kalimantan Barat, dari jenjang TK hingga SMA.
Septianto, selaku Kepala SPPG Pontianak, menjelaskan bahwa menu yang disediakan telah dihitung secara cermat untuk memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) siswa sesuai jenjang usia.
Ia juga meluruskan anggapan keliru terkait anggaran program ini. Menurutnya, pagu anggaran untuk balita dan siswa SD kelas 1-3 adalah Rp 8.000 per anak, sedangkan jenjang di atasnya hingga SMA mendapatkan Rp 10.000 per anak. Namun, sistem pembayaran yang digunakan adalah at cost, bukan berdasarkan jumlah penerima manfaat secara tetap.
“Misalnya, dalam satu hari total belanja makanan mencapai Rp 10 juta untuk 1.200 siswa. Jika dibagi, biaya per anak menjadi Rp 8.333. Maka yang dibayarkan BGN tetap Rp 10 juta, bukan dihitung Rp 10.000 x 1.200 siswa yang hasilnya Rp 12 juta,” jelasnya.
Dengan sistem ini, anggaran bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan riil tanpa pemborosan, sekaligus memastikan gizi siswa tetap terpenuhi dengan baik selama program berjalan. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Buka Puasa Bersama, Wabup Kapuas Hulu Ajak Tingkatan Kepedulian dan Kebersamaan |
|
|---|
| Baznas Mempawah Salurkan 530 Paket Festival Ramadan Kepada Mustahiq |
|
|---|
| Pererat Silaturahmi, Dandim Mempawah Ajak Wartawan dan TNI-Polri Buka Puasa Bersama |
|
|---|
| Sat Reskrim Polres Singkawang Bersama Awak Media Berbagi Takjil |
|
|---|
| Pererat Silahturahmi, Kodim 1204/Sanggau Buka Puasa Bersama Forkopimda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mbg-110325-pontianaks.jpg)