Ramadan 2025

Puasa Tapi Tidak Sholat, Batalkah Puasanya ? Berikut Penjelasannya

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fuad Zein, menjelaskan bahwa puasa dan salat merupakan dua ibadah yang berdiri sendiri.

Tayang:
Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
ILUSTRASI SHOLAT - Sholat merupakan ibadah wajib bagi setiap umat Islam. Dibulan Ramadan tak hanya sholat wajib, memperbanyak sholat sunnah juga sangat dianjurkan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bagaimana hukum Puasa Ramadan namun tidak Sholat ? 

Pertanyaan ini tak jarang sering di tanyakan, atau bahkan terjadi di sekitar kita, terelebih di lingkungan Umat Islam. 

Berikut penjelasannya di kutip dari laman Muhammadiyah. 

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. 

Ibadah ini menuntut umat Islam untuk menahan diri dari segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Nabi Muhammad Saw dengan tegas melarang seseorang berbuka tanpa uzur syar’i.

Baca juga: Cegah Balap Liar di Bulan Suci Ramadan Polres Kapuas Hulu Lakukan Patroli

Namun, dalam kondisi tertentu, Islam memberikan keringanan bagi sebagian orang untuk tidak berpuasa, dengan kewajiban menggantinya di kemudian hari atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat.

Di sisi lain, salat lima waktu merupakan ibadah wajib yang tidak memiliki pengganti. 

Berbeda dengan puasa yang bisa diganti dengan qadha atau fidyah, seseorang yang meninggalkan salat wajib harus bertaubat kepada Allah dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi.

Lantas, apakah meninggalkan salat berakibat pada batalnya puasa?
 
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fuad Zein, menjelaskan bahwa puasa dan salat merupakan dua ibadah yang berdiri sendiri.

“Karena keduanya merupakan amalan yang terpisah, maka tidak saling menegasikan satu sama lain. 

Orang yang meninggalkan salat tidak otomatis batal puasanya, begitu pula sebaliknya,” ujarnya Kamis 6 Maret 2025. 

Menurutnya, hal-hal yang membatalkan puasa telah ditentukan secara jelas dalam syariat, seperti makan dan minum secara sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, serta hal-hal lain yang disebutkan dalam fikih. 

Baca juga: Waspada! 5 Makanan yang Bisa Picu Gas dalam Perut Saat Puasa, Hindari Saat Sahur

Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa meninggalkan salat menyebabkan batalnya puasa.

Namun, Fuad Zein mengingatkan bahwa meninggalkan salat bisa mengurangi nilai dan keberkahan ibadah puasa seseorang. 

Oleh karena itu, ia menyarankan agar siapa pun yang meninggalkan salat segera bertaubat, memohon ampunan kepada Allah, dan bertekad untuk memperbaiki ibadahnya.

“Taubat yang benar adalah dengan menyesali perbuatan, meminta ampunan kepada Allah, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” tambahnya.

Sebagai kesimpulan, meskipun meninggalkan salat tidak membatalkan puasa, tetaplah menjalankan kewajiban ini dengan penuh kesadaran. 

Baca juga: Tips Diet Sehat Selama Ramadan, Jaga Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa!

Sebab, kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dalam menjaga hubungan dengan Allah melalui salat dan amal kebaikan lainnya.

Demikain penjelasannya semoga bermanfaat. 

Wallahualam Bishawab...

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved