Ragam Contoh

Puasa di Bulan Ramadhan, Bagaiamana Hukum Belum Mandi Junub Saat Subuh ?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa puasa seseorang yang melakukan mandi wajib setelah sahur atau imsak tetap sah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
JUNUB- Banyak orang yang sengaja menunda mandi junub hingga waktu Solat Subuh tiba, baik karena alasan dingin atau berbagai faktor lainnya. Lantas, apakah puasa mereka tetap sah dalam keadaan tersebut? Simak Disini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat bulan Ramadhan tiba, seringkali muncul pertanyaan mengenai keabsahan puasa bagi mereka yang belum mandi wajib hingga azan Subuh berkumandang.

Banyak orang yang sengaja menunda mandi junub hingga waktu Solat Subuh tiba, baik karena alasan dingin atau berbagai faktor lainnya. Lantas, apakah puasa mereka tetap sah dalam keadaan tersebut?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa puasa seseorang yang melakukan mandi wajib setelah sahur atau imsak tetap sah.

Dalam penjelasannya, Ustadz Abdul Somad merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah RA, istri Rasulullah SAW. 

Ia menyatakan, "Setelah berhubungan, Nabi kadang mandi dan kadang berwudhu, tetapi yang paling sering adalah mandi. Setelah itu, Nabi makan.

Dalam keadaan junub, puasanya tetap sah, meskipun yang terbaik adalah mandi."

Mandi wajib dilakukan oleh seseorang ketika ia berhadas besar, seperti setelah mimpi basah untuk laki-laki, berhubungan suami istri, nifas, dan haid untuk perempuan.

Menyambut Ramadhan 2025, Berikut Koleksi Pantun Menyentuh untuk Ucapan Selamat Puasa

Saat melakukan mandi wajib, penting untuk memastikan bahwa air merata ke seluruh tubuh. Jika ada bagian tubuh yang tetap kering setelah mandi, maka mandi wajib tersebut dianggap belum sah.

Dengan demikian, jika seseorang telah melakukan mandi wajib namun mendapati ada anggota tubuh yang masih kering, ia wajib membasuhnya untuk memastikan mandi tersebut sah.

Oleh karena itu, meskipun belum mandi hingga azan Subuh, puasa tetap dapat dilaksanakan selama niat dan syarat lainnya terpenuhi. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menjaga keabsahan puasa meskipun dalam keadaan tertentu.

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

1. Niat Mandi Wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala."

Artinya:

"Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'aala."

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Melaksanakan Sahur? Ini Hukummnya dalam Islam

3. Menghilangkan kotoran yang ada pada badan

4. Membersihkan kemaluan atau beristinja'

5. Berwudu dengan sempurna sebelum mandi

6. Mencelupkan kedua tangan ke dalam air dan siramkan air ke akar - akar rambut kepala

7. Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali dan mengguyurkannya keseluruh tubuh

8. Mendahulukan anggota badan sebelah kanan

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved