Ragam Contoh

RANGKAIAN Susunan Acara Khitanan, Syukuran dan Doa Penutup yang Lengkap

Khitan dipercaya dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan. Dengan menghilangkan kulup, risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual da

Tribun Pontianak
KHITANAN- Khitan menjadi simbol identitas bagi umat Muslim. Ini menunjukkan bahwa seseorang telah menjalani proses penting dalam kehidupan sebagai bagian dari tradisi Islam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Khitan, atau sunat, merupakan tradisi penting dalam ajaran Islam yang diwajibkan bagi laki-laki. 

Khitan merupakan sunnah yang dianjurkan dalam ajaran Islam dan dianggap sebagai bagian dari fitrah manusia. Banyak hadis yang menyebutkan pentingnya khitan bagi laki-laki.

Khitan dipercaya dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan. Dengan menghilangkan kulup, risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual dapat berkurang.

Khitan menjadi simbol identitas bagi umat Muslim. Ini menunjukkan bahwa seseorang telah menjalani proses penting dalam kehidupan sebagai bagian dari tradisi Islam.

Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan najis dan sebagai bagian dari proses mengislamkan seorang hamba.

Sebagai bentuk syukur dan perayaan, acara khitanan sering kali melibatkan keluarga dan kerabat.

Oleh karena itu, sebelum menggelar acara syukuran, ada baiknya kamu menyiapkan susunan acara yang teratur agar semuanya berjalan lancar. 

Panduan Sholat Taubat Sebelum Memasuki Bulan Ramadan 2025, Diiringi Doa dan Amalan Berikut

Berikut adalah contoh susunan acara yang dapat kamu gunakan:

1. Pembukaan: Ucapan Syukur dan Terima Kasih

Sesi pertama, dipimpin oleh pembawa acara (MC), dimulai dengan ucapan syukur kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada hadirin yang telah menyempatkan diri dalam acara khitanan.

2. Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Quran: Penenang dan Keselamatan

Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan untuk menjaga kelancaran acara dan memberikan ketenangan serta keselamatan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Biasanya, seorang qari/qariah atau orang yang menguasai isi Al-Quran melantunkan ayat-ayat suci.

3. Sambutan Wali Yang Berkhitan: Harapan dan Syukur

Wali yang berkhitan, sering kali orang tua, memberikan sambutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved