Deputi Gubernur Bank Indonesia Sebut QRIS Jadi Pintu Masuk UMKM Dalam Ekosistem Digital

Caranya dengan transaksi digital yaitu QRIS yang bisa menjadi entry point atau pintu masuk UMKM ke dalam integrasi ekosistem digital

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
HADIRI PUNCAK SAPRAHAN - Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta saat menghadiri Puncak Saprahan Khatulistiwa 2025 di Alun Kapuas Pontianak, Selasa 11 Februari 2025. Saprahan Khatulistiwa tahun ini megangkat tema “Membangun Masa Depan, Menjaga Tradisi, Menyongsong Digitalisasi” yang dilaksanakan 5-16 Februari 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Event Saprahan Khatulistiwa 2025 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat adalah bagian dari komitmen Bank Indonesia mendukung Asta Cita pemerintahan yang mencanangkan bagi pengembangan UMKM dan pariwisata sebagai pilar ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta saat menghadiri Puncak Saprahan Khatulistiwa 2025 di Alun Kapuas Pontianak, Selasa 11 Februari 2025. 

Semarak Pariwisata, UMKM, Koperasi, dan Keuangan Kalimantan Barat (Saprahan Khatulistiwa) 2025  merupakan event tahun ke-5 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku pariwisata, UMKM, Koperasi, dan keuangan Kalimantan Barat.

Tahun ini tema yang diangkat adalah “Membangun Masa Depan, Menjaga Tradisi, Menyongsong Digitalisasi” yang akan dilaksanakan 5-16 Februari 2025. 

Dalam kesempatan tersebut, Filianingsih Hendarta memuji Kalimantan Barat yang memiliki kinerja perekonomian pada 2024 yang sangat positif.

Ini tercermin dengan pertumbuhan ekonomi di angka 4,9 persen pada 2024 atau mengalami peningkatan bila dibandingkan 2023 yang berada di angka 4,46 persen.

“Hal ini juga ditopang dengan pemberdayaan UMKM yang dilakukan. Pemberdayaan UMKM terbukti penting. Di Indonesia UMKM ini menjadi tulang punggung perekonomian.

Kontribusi UMKM di Indonesia mencapai 61 persen pada produk domestik bruto. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya hanya 40 persen. 

Saprahan Khatulistiwa 2025, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Promosi Daerah

Lalu kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional Indonesia mencapai sekitar 15,7 persen dari total ekspor.

UMKM punya ketahanan ekonomi yang tinggi. Sehingga kemampuan UMKM dalam menjaga dan menopang perekonomian nasional meski terjadi krisis, dan badai Covid-19,” ungkap Filianingsih. 

Makanya, Bank Indonesia menyadari peran UMKM penting terhadap perekonomian nasional.

Bahkan melakui 46 kantor perwakilan Bank Indonesia diinstruksikan untuk fokus melakukan pemberdayaan UMKM. Bahkan, kata Filianingsih, di Kantor Pusat Bank Indonesia sendiri memiliki satu departemen khusus yang menangani UMKM.

Terkait pengembangan UMKM fokus yang dilakukan dengan mendukung upaya pengendalian inflasi khususnya inflasi volatile food.

Lalu, mendorong UMKM potensi ekspor dan pendukung pariwisata untuk mendukung upaya penurunan defisit transaksi berjalan, serta meningkatkan akses keuangan UMKM untuk mendukung stabilitas sistem keuangan. 

Permintaan Produk Terus Meningkat, Pelaku UMKM Kalbar Perlu Siap Menuju Pasar Ekspor

“UMKM sangat perlu digitalisasi. Caranya dengan transaksi digital yaitu QRIS yang bisa menjadi entry point atau pintu masuk UMKM ke dalam integrasi ekosistem digital, tidak hanya terkait sistem pembayaran, tetapi juga terkait rantai pasok hingga akses pada pembiayaan.

Kita lihat QRIS ini akan memfasilitasi bukan hanya proses akuisisi data, tetapi data-data transaksi bisa di-capture dan bisa membentuk profil kredit yang bisa membantu UMKM untuk mendapatkan pendanaan lebih lanjut baik dari bank maupun dari lembaga bukan bank,” kata Filianingsih. 

Dalam kesempatan tersebut ia memuji pelaksanaan Saprahan Khatulistiwa. Apalagi dengan mengangkat unsur budaya yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda. 

“Kegiatan ini diharapkan dapat megakselerasi roda perputaran ekonomi daerah secara inklusif.  

Melalui pengembangan sektor UMKM dan pariwisata dan melalui peningkatan daya beli.

Yang diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan. Selain itu menjadi pembelajaran kepada generasi muda bahwa mendorong perekonomian daerah bisa dilakukan dengan tetap mengangkat kebudayaan,” ujarnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved