Indonesia Bisa Jadi Raja Pasar Karbon Global
Oleh karena itu, perlu strategi khusus agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton atau sekadar pemasok karbon murah di pasar global.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjungpura Prof H Gusti Hardiansyah berpendapat seharusnya Indonesia tak bisa di pandang sebelah mata untuk pasar karbon dunia.
" Karena Indonesia bisa menjadi Pemain Besar di Arena Perdagangan Karbon global, hal ini Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam perdagangan karbon. "Kata Mantan Dekan Fahutan Untan ini pada Sabtu 1 Januari 2025
Ia menjelaskan hal ini di karenakan dengan luas hutan tropis terbesar ketiga di dunia dan ekosistem karbon biru (blue carbon) yang kaya.
"Dengan begitu Indonesia seharusnya menjadi pemain utama dalam pasar karbon global. Namun, kenyataan saat ini berbicara lain: perdagangan karbon di Indonesia masih sepi peminat dan kalah bersaing dengan negara-negara lain seperti Brasil, Kenya, dan Kolombia," kata pria yang juga menjabat Ketua ICMI Orwil Kalbar
Ia menjelaskan terkait Fenomena ini bukan tanpa sebab. Minimnya pemahaman tentang mekanisme pasar karbon, regulasi yang belum matang, serta kurangnya inovasi dalam penawaran kredit karbon menjadi kendala utama.
Oleh karena itu, perlu strategi khusus agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton atau sekadar pemasok karbon murah di pasar global.
"Seharusnya, Indonesia dapat menargetkan Pembeli yang Tepat: Jangan Jual Murah!, karena salah satu kesalahan terbesar dalam perdagangan karbon di Indonesia adalah kurangnya strategi pemasaran yang spesifik. Banyak pelaku bisnis karbon masih mengandalkan skema perdagangan karbon domestik, yang notabene memiliki permintaan rendah. Padahal, pasar karbon global—khususnya di Uni Eropa, Amerika Utara, dan Jepang—sangat membutuhkan kredit karbon berkualitas tinggi," ungkapnya.
Dikatakannya lagi, Langkah konkret yakni Identifikasi pembeli potensial, terutama perusahaan multinasional dengan target Net Zero, Masuk ke bursa karbon internasional seperti Verra Registry, Gold Standard, atau Xpansiv dan Hadiri pameran perdagangan karbon global seperti Carbon Expo untuk membangun jaringan.
Baca juga: Kisah Desainer Muda Antri Lestari, Berawal Custom Made by Order
"Dan Kualitas adalah Raja, maka karbon indonesia harus Dapatkan Sertifikasi Global, karena Di pasar karbon global, harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya jual. Kredibilitas dan kepercayaan jauh lebih penting. Kredit karbon Indonesia harus memiliki sertifikasi internasional seperti Verra (VCS), Gold Standard (GS), atau Climate, Community & Biodiversity Standards (CCBS), maka perlu langkah konkret yakni Gunakan standar sertifikasi premium agar harga karbon bisa lebih kompetitif, Tambahkan co-benefit seperti perlindungan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat dan Libatkan auditor independen untuk memastikan transparansi dan kredibilitas kredit karbon."jelasnya
Dan dikatakannya lagi," Inovasi Teknologi dengan Gunakan Blockchain untuk Transparansi. Karena Banyak investor enggan membeli kredit karbon karena takut terjadi double counting atau praktik greenwashing. Salah satu solusi inovatif adalah penggunaan teknologi blockchain, yang memungkinkan setiap unit kredit karbon dapat ditelusuri dengan transparan dan akurat. Dan untuk langkah konkret, Gunakan platform blockchain seperti Toucan, Open Forest Protocol, atau KlimaDAO, selain itu Buat smart contract yang menjamin keabsahan transaksi karbon, serta Pastikan setiap transaksi tercatat dan dapat diaudit secara publik." ujarnya menyarankan.
Dan selain itu juga, Strategi Bundling dan Hedging Harga: Jangan Sampai Dijual Murah, karena banyak produsen karbon Indonesia menjual kredit karbon dengan harga terlalu rendah, padahal nilai karbon bisa lebih tinggi jika dikemas dengan strategi yang tepat. Salah satu solusi adalah bundling dan hedging harga, maka untuk langkah konkretnya dengan gabungkan kredit karbon dengan layanan ekosistem lainnya, seperti eco-tourism atau hak pemanfaatan non-kayu, Jual kredit karbon dengan sistem forward contract agar harga tidak anjlok saat pasar turun serya Gunakan skema "cost-plus pricing" untuk menetapkan harga berdasarkan biaya produksi dan margin keuntungan.
Kemudian, Prof H Gusti Hardianyah juga menyarankan untuk menggunakan metode Diplomasi dan Lobi Pasar Karbon: Peran Pemerintah Diperlukan, karena Perdagangan karbon tidak hanya soal pasar, tetapi juga soal kebijakan global. Indonesia harus lebih agresif dalam diplomasi perdagangan karbon agar bisa menegosiasikan harga yang lebih baik dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Maka untuk itu diperlukan dorong perjanjian bilateral dengan negara-negara yang memiliki target Net Zero tinggi seperti Jepang dan Korea Selatan dan Negosiasi dengan investor karbon global seperti BlackRock dan Temasek untuk meningkatkan likuiditas pasar, serta Pastikan regulasi dalam negeri mendukung perdagangan karbon yang kompetitif dan transparan.
"Terakhir perlu dibangun Marketplace Karbon yang Profesional dan Transparan, karena Saat ini, pasar karbon Indonesia masih bergantung pada sistem yang kurang efisien. Dibutuhkan marketplace domestik yang kredibel dan diakui global, seperti AirCarbon Exchange (Singapura) atau Xpansiv (AS) , untuk disarankan Bangun platform perdagangan karbon berbasis AI dan blockchain, Libatkan bank dan lembaga keuangan agar tersedia opsi pembiayaan bagi produsen karbon dan melakukam Kerjasama dengan universitas dan think tank untuk meningkatkan kredibilitas marketplace." pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Banjir dan Longsor Terjang Kalbar Awal 2026! 51 Desa dan 3.532 Jiwa Terdampak Bencana di 7 Kabupaten |
|
|---|
| 8 Besar Dewa United Liga Challenge AFC 2026, Live Dewa United Vs Manila Digger Lolos Semifinal? |
|
|---|
| Update Klasemen Super League 2026 Hari Ini Usai Persib vs Persija Bisa Untungkan Borneo FC |
|
|---|
| Live Score Bola Super League 2026 Hari ini Update Hasil Persib Bandung vs Persija Jakarta |
|
|---|
| Update Banjir Hari Ini Jalan Malindo Beduai Lumpuh Total, Kendaraan Roda 4 hingga 6 Tidak Bisa Lolos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Hardiansyan-010225-kalbarsss.jpg)