Aktif sebagai Penilai Publik, Sync Strong Nation dan Penyanyi, Jamie Alwan Kembali Rilis Single

Dan untuk hadir sebagai penyanyi bukan hal yang mudah juga awalnya. Jamie menciptakan lagu dan menyanyi juga diawali dari menulis lirik kemudian diuca

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Jamie Alwan, pria yang saat ini berdomisili di Kota Bandung dan berprofesi sebagai Appraisal atau lebih dikenal dengan Penilai mulai tertarik dengan dunia tarik suara dan berhasil menciptakan beberapa single. 
- Transpose +

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDUNG -  Jamie Alwan, pria yang saat ini berdomisili di Kota Bandung dan berprofesi sebagai Appraisal atau lebih dikenal dengan Penilai mulai tertarik dengan dunia tarik suara dan berhasil menciptakan beberapa single. 

Saat ini dirinya adalah founder dan rekan pada salah satu appraisal firm atau Kantor Jasa Penilai Publik di Indonesia. 

Ini adalah profesi yang belum familiar bagi masyarakat Indonesia pada umumnya tetapi keberadaannya sangat diperlukan dalam mendukung kegiatan ekonomi di negara ini.

“Selain sebagai appraisal, saya juga sebagai Sync Strong Nation dan Penyanyi. Untuk Strong Nation adalah jenis olahraga High Intense Interval Training (HIIT) yang sekarang banyak digemari pecinta cardio dan diikuti di berbagai kelas kebugaran. Ini berawal dari hobby untuk mencapai kebugaran dan menjaga badan tetap fit, hingga akhirnya saya jatuh cinta dengan Strong Nation,” terang Jamie Alwan. 

Hingga di suatu kesempatan ada jadwal untuk pelatihan instruktur, ia ikut dan turut mengambil lisensi mengajar Strong Nation sampai sekarang ini. 

Dan untuk hadir sebagai penyanyi bukan hal yang mudah juga awalnya. Jamie menciptakan lagu dan menyanyi juga diawali dari menulis lirik kemudian diucapkan dengan nada, membuat dirinya berhasil menciptakan satu lagu, kemudian satu lagu lagi dan seterusnya. 

Cara Cek Spotify Wrapped 2024, Lihat Rangkuman Aktivitas Musik Anda Sepanjang Tahun Ini!

“Setelah lagunya jadi, saya sempat bingung ini bagaimana cara memperkenalkan karya saya ke publik. Selama ini paling dinyanyikan secara off air depan teman sejawat atau teman dalam komunitas. Ketika tahu bahwa saat ini lagu bisa dihadirkan dalam digital platform, akhirnya saya putuskan sudah saatnya dirilis karya ciptaan saya,” paparnya. 

Beruntungnya dia memiliki teman yang bernama Peter De Vries yang merupakan guru musik di Fisella Music School Yogyakarta dan membantu semua lagunya yang akan rilis. 

“Terus terang saya tidak ahli dalam memainkan alat musik, saya hanya menyanyikan lagu kemudian Mas Peter menerjemahkan dalam notasi dan mengisi musik sehingga menjadi lagu yang layak untuk dipublikasikan,” terang pria kelahiran Singkawang ini. 

Alhasil ada 3 single yang sudah rilis yakni ‘Membuka Hari’ rilis di pertengahan tahun 2020, ‘Tapi Ku Malu Rindu’ rilis di akhir tahun 2020 dan ‘Tak Perlu Kuucapkan’ yang pernah dirilis pada 2021 dengan versi band dan piano, tetapi akhirnya 14 Desember 2024 dihadirkan kembali  dengan versi akustik yang lebih fresh dan ringan. 

Single ‘Tak Perlu Kuucapkan’ bercerita tentang banyak cara untuk menunjukkan ke orang yang sangat kita cinta tanpa harus mengatakan apa pun. Cukup dengan menunjukkan kesungguhan dari tindakan dan ekspresi.

“Semua lagu yang saya ciptakan bisa dinikmati di semua platform musik digital. Saya berharap lagu ini bisa diterima oleh peminat musik Indonesia, memberikan alternatif musik yang beda dari penyanyi lain. Mengakhiri tahun 2024 dan menyongsong tahun 2025 nanti semoga akan hadir karya lain dari saya,” harap Jamie.

Dirinya mengaku merasa puas karena bisa merilis lagu ciptaan, tetapi apabila ada kesempatan untuk lebih progress lagi, ia yakin kenapa tidak. 

“Karena kita kan setiap waktu belajar, dan belajar dari banyak orang yang lebih berpengalaman di musik akan lebih menyenangkan,” tukasnya. 

Biodata: Jamie Alwan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved