Saragih Tegaskan Balai Benih Harus Hidup Lagi di Sintang

Tahap awal, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan akan membeli tiga jenis ikan untuk pembibitan. Ikan Emas, Lele dan Nila.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih mengatakan jika jumlah kelompok tani perikanan  mencapai 3 ribuan.

Baik pembudidaya ikan di kolam, keramba, maupun nelayan tangkap hingga pengolahan.

Pemerintah kata Saragih, terus berupaya memberikan penyuluhan dan bantuan kepada para kelompok tani perikanan semaksimal mungkin.

Termasuk, akan mengupayakan agar Balai Benih Ikan (BBI) bisa berfungsi maksimal..

"Jangan unit perikanan rakyat hidup kita gak hidup kan lucu. Sebagai sentra pembinaan makanya kita fungsikan. BBI bisa kita fungsikan dengan baik dan jadi sumber benih bagi masyarakat," kata Saragih.

Baca juga: Helmi Hadiri Gelar Pengawasan dan Pemutakhiran Data Tahun 2024 Hasil Pemeriksaan Inspektorat Sintang

Saragih menyebut Pemda Sintang sudah memberikan anggaran untuk Balai Benih Ikan di Kelam. Anggaran itu digunakan untuk pembelian benih, pipanisasi sumber air, pakan, waring hingga menutup kolam yang bocor.

"BBI ini harus hidup lagi," jelasnya.

Tahap awal, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan akan membeli tiga jenis ikan untuk pembibitan. Ikan Emas, Lele dan Nila.

"Calon indukan harus ada sertifikatnya dari Balai benih Provinsi," katanya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved