PT Antam Tbk Gelar Lokakarya Program Gen Sehat, Libatkan Berbagai Stakeholder

Program Gen Sehat merupakan pilot project program Bidang Kesehatan yang ditargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
PT Antam Tbk UBPB Kalbar bersama Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) saat melaksanakan lokakarya program Generasi Sehat dimulai dari Masyarakat (GEN SEHAT) sekaligus mensosialisasikan rencana program Gen Sehat kepada stakeholders di Aula kantor Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa 24 September 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - PT Antam Tbk UBPB Kalbar bersama Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) melaksanakan lokakarya program Generasi Sehat dimulai dari Masyarakat (GEN SEHAT) sekaligus mensosialisasikan rencana program Gen Sehat kepada stakeholders di Aula kantor Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa 24 September 2024. 

Langkah ini tentu komitmen PT Antam Tbk UBPB Kalbar dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Antam dan UMP mengundang stakeholder strategis yang dilibatkan dalam aksi kolaboratif untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, yang meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Puskesmas Pulau Tayan dan Kawat, Camat Tayan Hilir, Kades Desa Pedalaman dan PJ Kades Tanjung Bunut, PKK Desa Pedalaman dan PKK Desa Tanjung Bunut, Kader Kesehatan Balita, SMAN 1 Tayan Hilir dan SMA Yakota, KUA Tayan Hilir, Dewan Adat Dayak, serta Majelis Adat Budaya Melayu (MABM). 

Program Gen Sehat merupakan pilot project program Bidang Kesehatan yang ditargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting.

Program ini akan dilaksanakan selama 1 tahun kedepan di 2 lokus, yaitu Desa Tanjung Bunut dan Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir.

Baca juga: Kapolres Sanggau Pimpin Apel Konsolidasi Pengamanan Tahapan Kampanye dan Pengecekan Sarpas

Dua lokasi ini dipilih secara purposive (sengaja) atas studi awal kondisi stunting dan keberadaan kedua lokasi di wilayah ring 1 ANTAM. 

“Dengan kondisi yang terjadi saat ini, desa melalui kader pemberdayaan masyarakatnya perlu mendorong dan menggerakkan masyarakat supaya datang ke Posyandu. Tugas tersebut dimaksudkan untuk bisa mendukung tugas kader kesehatan, sehingga upaya peningkatan kesehatan dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat yang inovatif,"kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting.

Head of West Region CSR & ER PT ANTAM Tbk Munadji menyampaikan bahwa program pencegahan dan penanganan stunting merupakan bukti komitmen perusahaan untuk mendukung agenda nasional dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

"Mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi serta upaya perbaikan terus-menerus,"katanya.

Perusahaan lanjutnya, melalui pelaksanaan tanggung jawab TJSL maupun PPM sudah seyogyanya memprioritaskan bidang Kesehatan, yang salah satunya bertujuan menurunkan prevalensi stunting.

"Sekaligus dalam pencapaian SDGs melalui Kerjasama multi stakeholder," pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved