Bupati Satono Ajak Implementasikan Sifat Nabi Muhammad SAW

"Apa-apa yang dikerjakan dapat menjadi bukti sehingga tidak abal abal. Kemudian sifat fathonah, sifat cerdas ini harus dilakukan dengan banyak banyak

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/IMAM MAKSUM
Bupati Sambas Satono membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah di aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu 18 September 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SAMBAS - Bupati Sambas Satono mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non ASN Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mengimplementasikan empat sifat Nabi Muhammad SAW, Rabu 18 September 2024.

Bupati Satono menyebutkan empat sifat mulia Nabi Muhammad Saw yang harus diikuti ialah sidiq, amanah, fathonah, tabligh. Menurut Satono, Nabi Muhammad merupakan suri tauladan sekaligus Nabi akhir zaman yang menuntun manusia.

"Empat sifat Nabi SAW, sidiq yang berarti harus jujur dalam perkataan, jujur dalam tindakan, dalam pekerjaan dan jujur dalam segala hal," ungkap Satono.

Satono menjelaskan, selain itu ada sifat amanah yang berarti dapat dipercaya. Lanjut Satono, sebagai manusia harus amanah dengan memberikan bukti dalam setiap pekerja maupun tindakan.

"Apa-apa yang dikerjakan dapat menjadi bukti sehingga tidak abal abal. Kemudian sifat fathonah, sifat cerdas ini harus dilakukan dengan banyak banyak membaca, menulis, dan mengajarkan ilmu kepada sama sama," terangnya.

Bupati Satono Membuka Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1446 Hijriah

Satono mengatakan, zaman sekarang teknologi memang sudah canggih tetapi belajar membaca misalnya Alquran itu harus terus dijaga dan dirawat.

"Saya sampaikan, kita diajarkan oleh Rosul, ajaran agama Islam untuk terus belajar hingga ke liang lahat," ujarnya.

Lebih lanjut Satono menjelaskan, meskipun manusia itu seorang pemimpin atau pejabat negara maka itu harus menjadikannya memiliki sifat fathonah tersebut.

"Setiap orang adalah pemimpin dan dalam kepemimpinan kita akan diminta pertanggungjawaban sedetail detailnya," ungkapnya.

Lanjut dia, sifat menyampaikan pesan, atau tabligh, jelas Satono, manusia punya kewajiban yang sama untuk berdakwah sesuai dengan apa yang mampu.

"Apapun profesi kita apapun pekerjaan kita dan latarbelakang pendidikan kita maka harus dimanifestasikan dengan dakwah, menebarkan pesan pesan yang dengan amanah," katanya.

"Bukan malah menyampaikan fitnah, tetapi menyampaikan pesan kebenaran. Mudahan apa yang disampaikan oleh Ustad Ilham nanti bisa kita implementasikan," jelasnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved