Poltesa Latih PKK Desa Mekar Jaya Sulap Kulit Nanas Menjadi Sabun Cuci Piring

Angga Tritisari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik, khususnya kulit

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Sedikitnya 30 warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, yang tergabung dalam tim penggerak PKK mendapat pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari kulit nanas, di Desa Mekar Jaya, Sajad, Kabupaten Sambas, Minggu 15 September 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, yang tergabung dalam tim penggerak PKK mendapat pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari kulit nanas, Minggu 15 September 2024.

Pelatihan tersebut adalah inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dilaksanakan Tim Dosen Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas.

Sedikitnya dihadiri oleh 30 ibu-ibu PKK mendapat pelatihan pembuatan sabun cuci piring program pengabdian masyarakat. Tema pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair berbahan dasar limbah kulit nanas.
 
Tim narasumber terdiri dari Angga Tritisari, Junardi, Andiyono, serta  mahasiswa prodi Agroindustri pangan Poltesa

Angga Tritisari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik, khususnya kulit nanas, sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan sabun cuci piring cair. 

Bupati Satono Diskusi Bareng Mahasiswa Sambas, Perkuat Semangat Menuntut Ilmu

"Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta mendukung upaya pelestarian lingkungan," ujarnya.
 
Selama pelatihan, kata dia, peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapannya. Dimulai dengan pemaparan tentang manfaat kulit nanas yang mengandung enzim bromelain, yang efektif dalam membersihkan lemak dan kotoran. 

"Kami mempraktikkan langsung proses pengolahan limbah kulit nanas menjadi sabun cuci piring cair, dengan memperkenalkan teknik-teknik sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat di rumah," ucapnya.
 
Dia menyampaikan pentingnya inovasi dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang sebelumnya tidak dianggap bernilai.

“Dengan memanfaatkan limbah kulit nanas, kita tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan produk yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Angga. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved